Angkasa Pura 2

Peduli Aceh, Ibrahim Hasyim Galang Dana Dan Gelar In House Training K3 Migas

Energi SDMSabtu, 14 April 2018
IMG-20180414-WA0002

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mantan Direktur Pertamina Perkapalan dan anggota BPH Migas Ibrahim Hasyim, tergerak turun tangan ikut mencari solusi atas kendala  masyarakar Aceh khususnya di bidang pemberdayaan SDM.

“Melihat kondisi Aceh saat ini,  cukup menggerakkan hati saya untuk menggalang donasi untuk pemberian subsidi dalam rangka meringankan beban biaya pendidikan  anak anak muda pencari kerja,” kata Ibrahim menjawab BeritaTrams.com di Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

Dikatakan, Masyarkat Aceh ke depan membutuhkan dukungan SDM unggul dan terampil di berbagai bidang. Hal ini sejalan dengan beroperasinya perusahaan MedcoEnergy di Aceh Timur dan pembangun kawasan ekonomi khusus (KEK) di Lhokseumawe.

Implikasinya akan diikuti tumbuhnya industri pendukung di masa mendatang sudah barang tentu akan memerlukan tersedianya SDM berkompetensi dalam jumlah yang cukup. Ini penting sekali agar tenaga lokal dapat terserap di dunia industri yang beroperasi di sana dan malahan dapat juga bekerja di luar Aceh dan luar negeri.

Ibrahim bersama putra Aceh lain memberikan pelatihan guna meningkatkan kapasitas SDM  di Aceh saat ini. “Saya kira upaya ini baik, karena kita memberi pancing, bukan memberi ikan. Sumbangan itu sifatnya produktif, bukan konsumtif,” kata dia lagi.

In House Training K3 Migas

Dikatakan, “Alhamdulillah, kali ini saya beserta 3 orang peduli lain, T. Khaidir dari Aceh serta Edi Prasadja dan Gunawan dari Surabaya, merasa sangat berbahagia dapat membantu keringanan para peserta.”

“Mereka diberikan  in house training bagian K3 Migas, inspector pesawat angkat & Quality Control Scafolding, disertifikasi oleh LSP Migas kerjasama dengan Aktualita Idi Aceh Timur,” kata Ibrahim lagi.

Training dan pengujian sertifikasi itu diselenggarakan di Idi Rayeuk pada tanggal 10 -13 April 2018. Samsul Anwar pimpinan Aktualita dan peserta training merasa sangat berterima kasih atas bantuan donatur, sehingga mereka dapat mengikuti proses pengujian kompetensi itu sampai selesai.

Menurut mereka, masih banyak kawan lain yang belum mendapatkan kesempatan seperti mereka. Hal ini membuat Ibrahim mengajak sejumlah pihak untuk turut membantu.

“Saya tantang mereka yang akan segera dapat pekerjaaan untuk nantinya dapat menyisihkan sedikit gajinya, membantu kawan kawan lain, sehingga nantinya donasi itu bisa dikelola sebagai dana bergilir bagi keperluan training kompetensi di Idi Rayeuk Aceh Timur kedepan,” kata Ibrahim Hasyim.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari