Angkasa Pura 2

Polri Harus Memonitor dan Beri Sanksi Pada Truk yang Melintas Lajur Kanan atau Tengah

Aksi Polisi KoridorSabtu, 14 April 2018
images-7

JAKARTA (BeritaTrans.com) – YLKI meminta pihak Kepolisian  (Polri)  harus memonitor bahkan memberikan sanksi bagi truk yang berjalan di lajur kanan atau tengah baik di jalan tol atau ruas jalan arteri. Mereka itu yang diduga menjadi biang kemacetan di jalan raya.

“Faktanya kendaraan truk tidak mampu mencapai kecepatan minimal, yakni 60 km per jam,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (14/4/2018).

Kendati jumlah truk tidak signifikan, lanjut dia,  namun karena pergerakannya di bawah rata-rata maka mengakibatkan kemacetan lalu-lintas yang signifikan.

Kondisi di lapangan termasuk di jalan tol tingkat kemacetannya cukup tinggi. Hal itu seharusnya tidak ada, apalagi di jalan berbayar atau jalan tol.

Dikatakan, maksimal V/C ratio pada suatu ruas jalan maksimal hanya 0,85. Paling ideal adalah 0,5. V/C ratio mencerminkan kecepatan rata-rata kendaraan.

“Semakin tinggi V/C rationya, semakin rendah kecepatan rata-rata kendaraan di jalan tersebut. Alias semakin jelek performanya,” jelas Tulus lagi.

Dengan kata lain, papar dia, karena aspek V/C ratio yang sangat tinggi maka kualitas SPM pada ruas jalan tol dimaksud sangat rendah, alias tidak mencapai target.

“Ini jelas sangat merugikan konsumen. Seharusnya jalan tol yang kita bayar harus paralel dengan kualitas pelayan yang diberikan oleh oleh operator jalan tol,”  tegas Tulus.(helmi)

Foto: ilustrasi