Angkasa Pura 2

Adil Karim: Dengan Transaksi FOB Biaya Impor Kargo LCL Lebih Murah

DermagaMinggu, 15 April 2018
IMG-20171115-WA0027-600x400-553x400-800x579_crop_800x500

JAKARTA (BeritaTrans.com)
- “Kita mengharapkan makin banyak importir gunakan transaksi Terms of Shipment (TOS) – Free On Board (FOB) dalam bertansaksi dengan eksportir di luar negeri agar biaya menjadi lebih murah,” kata Adil Karim kemarin.

Sekum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI itu mengatakan dengan menggunakan TOS FOB biaya impor menjadi murah karena ditentukan oleh importir.

Dengan FOB, sebelum barang datang importir sudah menentukan biaya biaya tersebut atas kesepakatan dengan forwarder di dalam negeri.

Sementara eksportir di luar negeri hanya menghandle barang sampai di atas kapal.

Adil memberikan contoh impor barang berstatus Less than Container Load (LCL). Jika transaksi dengan FOB, semua biaya mulai dari konsolidasi barang , freight, biaya pergudangan , biaya forwarding dan lain-lain menjadi lebih murah. Karena sudah ditentukan atas kesepakatan importir dan forwarding di sini.

Sebaliknya jika menggunakan klausul CNF (Cost And Freigh)
biaya menjadi mahal. Karena biaya biaya tadi ditentukan oleh eksportir /supplier di luar negeri.

Dengan transaksi CNF ini juga mungkin saja ada komitmen B to B antara forwarding dalam negeri dan partnernya di luar negeri untuk memberikan semacam refund atau rabat. Ini menambah biaya yang harus dipikul importir, kata Adil Karim.

Adil mengatakan selama ini importir sering mengeluhkan biaya impor barang status LCL mahal umumnya karena menggunakan transaksi CNF.

Importir dapat beralih memakai transasi TOS FOB jika punya lobi yang kuat terhadap eksportir.

Yusril, forwarder yang menangani kargo impor LCL di Pelabuhan Tanjung Priok mengakui impor barang dengan transaksi FOB biayanya lebih murah.

Saat ini, kata Yusril, mulai banyak importir yang tadinya menggunakan transaksi CNF beralih ke FOB setelah berhasil melobi eksportir.

Yusril menangani impor kargo konsolidasi (LCL) umumnya bahan baku (raw material),90% di antaranya menggunakan transaksi FOB. (wilam)