Angkasa Pura 2

AP II Kebut Pembangunan Beberapa Proyek Strategis di Bandara Soekarno-Hatta

BandaraMinggu, 15 April 2018
IMG-20180415-WA0014

IMG-20180415-WA0015

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Dirjen Hubud Agus Santoso meninjau beberapa proyek strategis nasional di kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten Minggu  (15/4/2018).

Manajemen PT Angkasa Pura (AP) II terus kebut penyelesaian pembangunan sejumlah proyek itu. Proyek pertama adalah pembangunan East Cross Taxiway (ECT). Proyek di bagian timur Bandara Soekarno-Hatta ini berfungsi sebagai jalur penghubung landasan pacu utara dan selatan.

Tahap pertama, kata Menhub,  fokus kepada pembangunan jalur penghubung antara landasan pacu utara dengan hangar tempat pesawat parkir di dekat Terminal 3. Dengan selesaianya ECT akan mempermudah pergerakan pesawat di bandara terbesar di Indonesia itu.

Proyek kedua adalah pembangunan runway ketiga dan taxiway paralel di sisi utara Bandara  Soetta  saat ini. Pembangunan taxiway sudah dimulai dan akan dilanjutkan dengan  pembangunan runway ketiga.

Sedang proyek ketiga yang akan dibangun PT Angkasa Pura ll adalah Cargo Village baru, yang akan menggantikan terimnal cargo yang ada sekarang. Tapi untuk proyek ini masih berupa lahan dan akan dibangun menyusul penyelesaian runway 3 dan juga taxiway yang tengah dihangun

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, menambahkan, pihaknya memperkirakan proyek senilai Rp1,5 triliun itu akan mulai beroperasi pada Juni 2019. “Proyek ECT selesai April 2019. Kemudian kami verifikasi, jadi kira-kira akan beroperasi Juni 209,” ujar Awaluddin menjawab pers.

Proyek kedua yang saat ini juga sedang berlangsung adalah pembangunan landasan pacu ketiga atau Runway 3 serta Pararel Taxiway yang berada di bagian utara Bandara Soekarno-Hatta. 

Pengerjaan proyek, kata Awaluddin, saat ini sedang dalam tahap pembukaan lahan yang diperkirakan beres pada September tahun ini. “Total lahan untuk proyek ini seluas 216 hektare,” tutur dia.

Runway ketiga akan berdimensi 3.000 meter x 60 meter, sehingga bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 atau A380 misalnya. Dengan runway 3 nanti, maka kapasitas dan pergerakan pesawat  di Bandara Soetta akan naik menjadi 114 pergerakan per jam.

“Penambahan runway merupakan salah satu langkah antisipasi untuk mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang pada 2025 yang diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta orang,” tandas  Awaludin.(helmi)

loading...