Angkasa Pura 2

Aparat Sepakat Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Terkait Robohnya Jembatan Babat-Widang

Aksi Polisi KoridorSelasa, 17 April 2018
IMG-20180417-WA0032

IMG-20180417-WA0031

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) bersama pihak terkait termasuk jajaran Polri dan Dinas  Perhubungan mengambil langkah cepat untuk mengambil solusi atas ambruknya jembatan  Babat-Widang,  Tuban,  Jawa Timur.

Hasil rapat koordinasi Selasa (17/4/2108)  sepakat akan diadakan manajemen rekayasa  lalu lintas kendaraan di seputar jembatan yang roboh itu. Kendaraan dari Lamongan yang sudah terlanjur masuk antrian jembatan akan diatur bergantian.

“Untuk kendaraan kecil baik dari Lamongan hingga Tuban dapat menggunakan jembatan Widang baru secara bersamaan,” jata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Sementara,  dia melanjutkan,  truk pengangkut barang dari arah Surabaya ke Tuban akan diarahkan ke Paciran, Brondong, Tuban, dan kendaraan yang sudah masuk ke arah Lamongan akan diarahkan ke Cepu, Blora, Purwodadi.

Untuk kendaraan yang sudah berada di Tuban menuju Surabaya akan diarahkan menuju ke jalan lama Deandels Tuban, Brondong, Paciran kemudian Surabaya. Pihak kepolisian juga akan memasang papan petunjuk arah untuk mengalihkan kendaraan barang agar sementara waktu tidak melintasi lokasi kejadian.

Jembatan yang melintasi sungai Bengawan Solo ini terletak di Km. SBY 72+240 ruas jalan nasional yang termasuk dalam jaringan jalan lintas utara Provinsi Jawa Timur. Perbaikan jembatan akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diperkirakan akan memakan waktu selama 1,5 bulan.

Diperkirakan robohnya jembatan akibat perilaku pengemudi yang memuat pasir dan smelter pada bentangan jembatan bertumpu pada satu titik atau akibat menyalip.

Jembatan yang roboh ini merupakan jembatan lama yang berada di sisi barat, menghubungkan Babat ke arah Tuban dan sebelumnya diketahui pernah mengalami kerusakan pada tahun 2015 dan 2017, namun pada saat itu telah dilakukan penanganan dan perbaikan dengan menyambung pelat yang putus. (helmi)