Angkasa Pura 2

Ini Pilihan Transportasi Umum Terbaik Sesuai Kapasitas Perkotaan di Indonesia

KoridorSelasa, 17 April 2018
Djoko-Setijowarno SMG

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kota besar yang berpenduduk kisaran 500 ribu – 1 juta jiwa, kebijakan pull yang bisa diterapkan berupa integrasi angkutan umum (dengan infrastruktur). Kemudian penyediaan feeder/shuttle buses, car pooling, informasi perjalanan (IT based), non motorized transport (sepeda dan pejalan kaki).

“Kebijakan push berupa pembatasan kendaraan bermotor, HOV priority lanes, active traffic management, manajemen parkir,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com, Selasa (17/4/2018).

Selanjutnya, kota sedang (100 ribu – 500 ribu jiwa) ada kebijakan pull yang bisa diterapkan, yaitu peningkatan pelayanan angkutan umum, penyediaan informasi perjalanan, non motorized transport (sepeda dan pejalan kaki).

“Kebijakan push berupa area traffic management dan manajemen parkir,” jelas akademisi dan juga anggota MTI tersebut.

Sementara, kota-kota kecil yang berpenduduk kurang dari 100 ribu jiwa dapat menerapkan kebijakan pull berupa penyediaan informasi perjalanan dsn non motorized transport (sepeda dan jalan kaki).

“Traffic management cukup dilakukan untuk kota kecil untuk kebijakan push,” terang Djoko lagi.

Dia menyangkan, selama ini transportasi umum belum menjadi isu politik di negeri ini. Para elit politik dan dan kepala daerah di Indonesia jarang ada yang konsisten memperjuangkan terwujudnya angkutan umum yang baik dan terjangkau.

“Transportasi umum baru sekedar alat politik,¬† sehingga belum menjadi kebijakan masif hingga ke daerah,” kilah Djoko.

Sebenarnya, aku dia, Kementerian Perhubungan dapat bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk lebih memasyarakatkan program penataan transportasi umum ke kepala daerah.(helmi)