Angkasa Pura 2

Mekanisme Publikasi Informasi Aeronautika Diatur Ditjen Hubud

Bandara KokpitSelasa, 17 April 2018
IMG_20180215_103051

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso pada 9 April 2018 mengeluarkan Instruksi No. 01 Tahun 2018 tentang Mekanisme Pengajuan Publikasi Informasi Aeronautika.

Instruksi baru yang mulai berlaku saat dikeluarkan tersebut mencabut instruksi lama dalam SE Nomor 9 Tahun 2016. Pentingnya informasi-informasi aeronautika, pengolahan informasi aeronautika, memerlukan data-data yang  valid dari berbagai sumber baik regulator maupun operator

“Terkait navigasi penerbangan bukan hanya domain dari Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan/ AirNav Indonesia saja. Namun juga pengelola serta otoritas bandara udara dan regulator penerbangan yang lain,” tegas Agus di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Untuk itu, instruksi baru ini ditujukan kepada Direktur Keamanan Penerbangan; Direktur Bandar Udara; Direktur Navigasi Penerbangan; Kepala Bagian Perencanaan; Para Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara; Para Penyelenggara Bandar Udara/Heliport/ Waterbase;  Badan Usaha Angkutan Udara (maskapai) dan Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan.

“Pada dasarnya, instruksi ini untuk menjamin tersedianya informasi aeronautika yang cukup, akurat, terkini, dan tepat waktu demi keselamatan, keteraturan, dan efisiensi navigasi penerbangan. Mekanisme yang lebih terpadu dan sederhana penting untuk mempermudah proses koordinasinya dalam hal pengajuan publikasi informasi aeronautika,” urainya.

Guna mempermudah proses koordinasi dalam penyampaian data awal dan penyiapan publikasi informasi aeronautika tersebut, Agus menyatakan dapat dibuat perjanjian kerja sama antarunit-unit terkait.

“Semua stakeholder harus mau bekerjasama dengan baik demi kelancaran proses dan mendapatkan hasil publikasi aeronautika yang baik dan benar. Karena hal ini demi keselamatan, keteraturan dan efisiensi operasional sebuah penerbangan sipil. Jadi ini juga demi kebaikan kita bersama,” ujar dia.

Selain itu Agus juga mengingatkan agar pelaksanaan publikasi informasi aeronautika harus tetap berpedoman pada ketentuan kendali mutu atau quality manajemen system (QMS) sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Agus juga menginstruksikan kepada Direktur Bandar Udara, Direktur Keamanan Penerbangan, Direktur Navigasi Penerbangan serta Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) agar senantiasa melaksanakan pengawasan terhadap mekanisme pengajuan publikasi informasi aeronautika. (omy)

loading...