Angkasa Pura 2

Asia Yudha Ermera Mualim 2 Pertama di Pelayaran BLT

Figur SDMRabu, 18 April 2018
IMG-20180417-WA0035

IMG-20180417-WA0039

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Asia Yudha Ernera adalah sosok Kartini zaman now yang gigih memperjuangkan hak dan kebebasan berkarir bagi kaum perempuan, khususnya pelaut wanita di Tanah Air.

Ketua Umum ILS (Indonesian Ledies Seafers), kini menjad salah satu perwira di kapal LPG PT Ekanuri Indra Pratama. Sebelumnya, ia meniti karier di PT Berlian Laju Tanker (BLT), dan berlayar di kapal oil tanker ke berbagai daerah di Indonesia dan dunia.

“Saya berlayar sejak 2005 sebagai cadet di PT. Berlian Laju Tanker. Tapi berlayar mengawali sebagai perwira tahun 2008 di BLT, setelah lulus dari PIP Semarang April 2008,” kata Era, sapaan akrab pelaut wanita itu dalam peebincangan dengan BeritaTrans.com di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Awalnya, Era berlayar di MT. Pradapa, Oil Tanker, 30.000 GT. Pertama kali menjadi  perwira sebagai mualim 4 selama 5 bulan. “Crew kapal 27 orang termasuk Nahkoda. Dengan rute kapal Indonesia-Singapore-Malaysia,” cetus dia.

Setelah berlayar di kapal tersebut, kata Era, dipromosikan menjadi mualim 3 di MT. Pergiwo, Crude Oil Carrier. Kapal ini melayani rute Indonesia, dengan crew kapal 27 orang.

Kartini muda ini memang sosok yang tangguh.  Sebagai wanita ia harus bekerja di antara sekian  anak buah kapal (ABK) yang semua laki-laki.  “Kalaupun ada ABK perempuan, paling cuma cadet yang tengah  praktik,” papar Era.

Di pelayaran BLT, aku dia, sangat menghargai  ABK yang berkompeten.  TIdak memandang perempuan atau laki-laki.  Jika dia mampu maka promosi adalah suatu penghargaan.

Oleh karena itu, papar Era, dia mengaku  beruntung karena termasuk cepat. BLT saat itu, mempunyai kebijakan, untuk bisa dipromote menjadi mualim 3, harus punya pengalaman sebagai mualim 4 sekurang-kurangnya 1 kontrak (10 bulan).

Dan untuk bisa di promote menjadi mualim 2 harus mempunyai pengalaman paling tidak 36 bulan sebagai mualim 3.

“Tapi,  saya hanya mengantongi pengalaman sebagai mualim 3  selama 15 bulan sudah dipromosikan sebagai mualim 2,” katanya berseri-seri.

IMG-20180417-WA0038

Perempuan Pertama Jadi Mualim 2

Menurut Era, ia adalah perwira perempuan pertama (dari cadet) yang bisa sampai jabatan mualim 2 (di BLT). “Meski akhirnya harus pamit dari BLT,” aku  wanita asal Salatiga, Jawa Tengah itu.

Disebutkan, terakhir di BLT tahun 2011,  karena kondisi perusahaan yang kurang baik. Akhirnya saya pamit dari BLT dan berkarya di PT. Ekanuri Indra Pratama.

Alumni PIP Semarang itu mengaku, memang belum pernah menjadi  Nahkoda.   “Bagi saya, selama bekerja di atas kapal bukanlah tentang jabatan. Tapi, bagaimana menjalankan tugas dan kewajiban dengan  baik. Selanjutnya mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah didapat selama di atas kapal,” terang dia.

Kini,  Era berlayar di Kapal LPG, di bawah naungan PT Ekanuri Indra Pratama.  “Jika ada kesempatan lebih luas bagi perempuan pelaut untuk bekerja di atas kapal, insya Allah saya akan berkelanjutan (sampai jenjang nakhoda),” urai wanita karier ini.

Namun begitu, untuk menjadi nakhoda bukan hal mudah. “Saat ini masalah yang dihadapi kompleks banget, mulai dari tertutupnya perusahaan terhadap  perempuan pelaut masih banyak lagi masalahnya,” sebut Era.

Pengalaman Cadet 2005

Paling berkesan sebagai pelaut,  menurut Era, banyak sekali.   “Namun tidak pernah saya merasa kagum seperti saat pertama kali menginjakkan kaki di atas kapal sewaktu menjadi cadet. Kemudian belajar hal-hal baru di atas kapal,” papar putri Jawa ini.

Saat sudah menjadi perwira, aku Era, rasanya tak se-excited sewaktu menjadi cadet. “Selama bekerja di atas kapal ada hal yang sangat mengesankan bagi saya, yang  seorang perempuan, bisa bekerja di atas kapal, di perusahaan bonavide pada masa itu,” cetus dia.

Pengalaman lain yang mengesankan, menurut Era, adalah promosi jabatan. Dipercaya oleh perusahaan, lebih cepat dari teman-teman seangkatan saya yang sama-sama onboard di BLT.

Dia menambahkan, rasanya tidak ada hal tragis. Cuma memang waktu saya masih mualim 4, pernah di anggap tak mampu,  sehingga tidak akan dapat promosi dari kapten.

“Tapi, Allah punya rencana lain. Hanya lima bulan di atas kapal, saya off untuk kemudian dipromosi sebagai mualim 3 di kapal lain,” tegas Era.(helmi)