Angkasa Pura 2

BKI Lakukan Klasifikasi, Survey, dan Sertifikasi Kapal-Kapal Offshore SKK Migas

Dermaga EnergiKamis, 19 April 2018
IMG_20180419_090339

BOGOR (beritatrans.com) – Perusahaan klasifikasi kapal nasional, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menjalin kerjasama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melakukan klasifikasi, survey, dan sertifikasi kapal-kapal offshore yang beroperasi di dalam lingkungan kerjanya.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT BKI Rudiyanto di sela-sela acara sosialisasi proses survey & sertifikasi bidang penunjang operasi dan perkapalan dalam mendukung kegiatan hulu minyak dan gas bumi di Hotel Icon, Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/4/2018).

“Penugasan dari SKK Migas ini sebetulnya tidak hanya sekedar hubungan kerja, tetapi juga untuk bertukar pengalaman dan transfer ilmu pengetahuan dalam menangani kapal-kapal berukuran besar dan berteknologi tinggi,” kata Rudiyanto.

Menurut Rudiyanto, pengalaman dan transfer ilmu pengetahuan tersebut sangat penting sebagai upaya BKI menjadi anggota badan klasifikasi dunia atau International Association of Classification Sosieties (IACS) yang berpusat di London, Inggris.

“Salah satu syarat untuk menjadi anggota IACS adalah BKI harus memiliki pengalaman menangani kapal-kapal sophisticated atau kapal-kapal besar berteknologi tinggi, dan memiliki tinggkat kerumitan yang tinggi seperti kapal-kapal minyak dan gas SKK Migas,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Rudiyanto menyampaikan bahwa BKI pun sebumnya telah terlibat langsung dalam pembuatan Floating Processing Unit (FPU) Jangkrik. Di proyek ini BKI memang tidak sendirian, tetapi bekerjasama dengan perusahaan patungan asal Jerman dan Norwegia, Det Norske Veritas – Germanisher Lloyd (DNV GL).

“Di proyek FPU Jangkrik itu kami diberi kepercayaan oleh ENI dan SKK Migas untuk bertindak sebagai Lead Class Consortium,” katanya.

Menurutnya, di proyek ini setidaknya 30 personel BKI terlibat langsung sejak awal pembangunan hingga proyek tersebut diserahterimakan. Keterlibatan mereka meliputi kegiatan review design, proses pemotongan plat pertama/first cutting (tanggal 16 Februari 2015), peletakan lunas kapal (tanggal 22 Juni 2015), peluncuran Kapal di Galangan Hyundai, Korea Selatan (tanggal 4 Juni 2016), penggabungan bagian kapal dengan fasilitas pengolahan gas di Galangan Saipem (tanggal 8 Desember 2016) hingga penamaan Kapal FPU Jangkrik (tanggal 21 Maret 2017). Pada tanggal 24 Maret 2017, FPU tersebut ditarik berlayar ke Selat Makassar, untuk dilakukan kegiatan Hook Up di wilayah kerja migas Jangkrik, Muara Bakau, Kalimantan Timur.

Pembangunannya sendiri terdiri dari dua bagian yaitu bagian lambung kapal (Hull) dan akomodasi bangunan atas (Living quarter) dibangun di Galangan Hyundai Heavy Industry (HHI) yang terletak di Ulsan – Korea Selatan dalam jangka waktu 16 bulan, sementara untuk fasilitas pengolahan gas (Topside Facility) dilakukan pembuatan dan perakitan secara pararel di Galangan Saipem selama 12 bulan.

“Keterlibatan BKI dalam proyek FPU Jangkrik merupakan pengalaman berharga untuk meningkatkan kapasitas dan kualifikasi BKI sebagai perusahaan klas bertaraf dunia,” katanya.

Rudiyanto berharap dengan pengalaman menangani kapal-kapal spohisticated seperti itu, road to IACS BKI semakin dekat dan menjadi kenyataan. (aliy)