Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat Terus Optimalkan Layanan Digital Bidang Transportasi Darat

Koridor SDMThursday, 19 April 2018

BEKASI (BeritaTrans.com) – Digitalisasi sektor perhubungan darat (Hubdat) sudah dimulai dan menunjukkan  tren prostif. Artinya masyarakat dan dunia usaha bisa dan mendukung pelayanan berbasis online tersebut

Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Keselamatan (Ditbenkes) Ditjen Hubdat Ahmad Yani saat memberikan Kuliah Umum di STTD Bekasi, Kamis (19/4/2018).

Sistem tersebut  diperkenalkan  Ahmad Yani, pada taruna STTD yang sedang belajar mengenai transportasi darat. Saat lulus nanti, mereka bisa langsung mengaplikasikan di tempat kerjanya dengan baik.

Menurutnya, perizinan trayek AKAB/ AKDP dilakukan secara online. Selain itu, Ditjen Hubdat sudah menerapkan tilang online (e-tilang).  Semua bisa dikerjakan dari jarak jauh dengan akurasi yang tinggi.

“Kendaraan baik bus atau truk  yang melanggar dan kena tilang, bisa langsung membayar secara online ke bank. Dengan faktur bukti bayar, bisa digunakan untuk mengambil barang bukti atau kendaraan yang ditahan,”  jelas Yani, sapaan akrab dia.

Menurut alumni STTD ini, pihaknya juga tengah mengembangkan sistem apkikasi lain yang berbasis  online. Proses pembayaran denda juga tak dilakukan secara tunai, tapi langsung dibayarkan ke rekenening di bank.

“Dengan sistem ini, bisa mengurangi tatap muka dan potensi main mata antara masyarakat dengan oknum petugas di lapangan. Semua bentuk pelanggaran berikut sanksinya tercatat dengan baik dan terhubung dengan sistem perbankan,” papar Yani.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menjadi kerja sama dengan berbagai bank seperti BRI, BNI,  Mandiri dan lainnya. “Pihak perusahaan otobus (PO) tinggal membuka rekening di bank tersebut dan bisa bertransaksi secara online dengan cepat dan aman,” aku Yani.

Dengan sistem e-money ini, menurut Yani, pengusaha tak perlu membekali awak bus atau truk dengan uang tunai. Semua bisa ditransfer via bank dengan cepat dan aman.

Bukan hanya itu, dengan sistem IT yang baik, keberadaan kendaraan dan perilaku pengemudinya bisa dikontrol dari jarak jauh. Pengusaha juga bisa mengendalikan anak buah dengan lebih baik dan akurat.

 “Sistem kerja secara digital makin enak dan mudah. Kontrol pada anak buah di lapangan juga makin ringan dan efektif. Itu salah satu  nilai tambah IT yang harus diintegrasikan dengan sistem hubdat di masa mendatang,” tegas Yani.(helmi)