Angkasa Pura 2

Hari Kedua Kebijakan Ganjil-Genap, Volume Kendaraan di Kuciran 2 Turun 28,36%

KoridorKamis, 19 April 2018
Sosialisasi Tol Kunciran

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Uji coba penarapan paket kebijakan penanganan kemacetan di Tol Jagorawi (Ruas Cibubur – Jakarta) dan ruas Tol Tangerang – Jakarta telah berdampak pada berkurangnya volume kendaraan yang melintas di pintu tol yang diberlakukan skema kebijakan ganjil-genap.

Hingga hari kedua pemberlakuan kebijakan terdapat rata rata penurunan volume kendaraan di Pintu Tol Kunciran 2 (Tangerang) sebesar 28,36 % dibanding kondisi sebelum penerapan, sementara di Tangerang 2 sebesar 20,97 % dan Cibubur 2 sebesar 26,22 %. “Penurunan ini terjadi pada saat jam pemberlakukan kebijakan yaitu pukul 06.00 sampai 09.00 Wib.” kata kahubas BPTJ Budi rahardjo dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (18/4/2018) petang.

Sebaliknya, kata dia, data juga menunjukkan terdapat peningkatan volume kendaraan di pintu tol terdekat yang tidak diberlakukan kebijakan. Di Pintu Tol Cimanggis arah Jakarta yang berdekatan dengan Pintu Tol Cibubur 2 tercatat peningkatan volume kendaraan pada jam 06.00 – 09.00 Wib sebesar rata – rata 8,1 %.

Kenderungan yang sama terjadi juga di Pintu Tol Karawaci 2 yang terjadi peningkatan rata – rata 2,3%, Pintu Tol Karawaci 4 rata rata 2,6 % dan Pintu Tol Karang Tengah Barat sebesar rata rata 3%. “Ketiga pintu tol terakhir merupakan akses pintu tol yang berdekatan dengan Pintu Tol Kunciran 2 dan Tangerang 2,” sebut Budi Rahardjo.

Sebagian pengguna kendaraan pribadi, diduga memutuskan untuk berangkat lebih awal untuk menghindari skema ganjil-genap di ketiga pintu tol tersebut. “Pada hari kedua pemberlakuan kebijakan, jumlah pengguna kendaraan pribadi yang masuk akses Pintu Tol Kunciran 2 dan Tangerang 2 pada jam 04.00-05.00 WIB tercatat 300 unit kendaraan meningkat 109,79 % dibanding pada masa sebelum pemberlakukan kebijakan,” sebut Budi.

Sedangkan pada jam 05.00-06.00 WIB tercatat kenaikan 9,79 % dari semula 2574 kendaraan menjadi 2920 kendaraan. Kenaikan juga terjadi di Pintu Tol Cimanggis 2 yaitu pada jam 04.00-05.00 WIB sebesar 1,57 % yaitu dari semula 766 kendaraan menjadi 788 kendaraan, sedangkan pada pukul 05.00 – 06.00 WIB terdapat kenaikan 1,25 % dari semula 2710 kendaraan menjadi 2744 kendaraan.

Berdasarkan data sebagaimana tersebut di atas, dapat dikatakan tingginya volume kendaraan pada pintu tol yang diberlakukan kebijakan telah dapat dipecah dan terdistribusikan ke pintu tol lain dan ke waktu yang lebih pagi.

Dengan demikian titik kepadatan pada jam sibuk (06.00 – 09.00 WIB) yang bersumber dari ketiga pintu tol tersebut sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan telah dapat diuraikan.

“Perhitungan teknis lebih detil mengenai dampak pemberlakuan paket kebijakan ini terhadap kepadatan (V/C ratio), kecepatan rata-rata ataupun waktu tempuh diharapkan akan dapat diketahui dalam beberapa hari mendatang setelah hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan BPTJ selesai dilakukan,” tandas Budi Rahardo.(helmi).

Fot: dok, ilustrasi

loading...