Angkasa Pura 2

Menhub Bilang Kapal Pelayaran Rakyat untuk Optimalkan Program Tol Laut

DermagaThursday, 19 April 2018

MAKASSAR (beritatrans.com) – Untuk lebih mengoptimalkan program Tol Laut dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menyelesaikan persoalan disparitas harga khususnya bagi masyarakat yang berada di Indonesia Timur, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berinisiatif untuk menambah jumlah pelabuhan feeder atau pengumpan dengan melibatkan pelayaran rakyat.

“Saya cenderung menindaklanjuti usulan Prof. Yamin Jinca (Guru Besar Transportasi Universitas Hasanuddin) kita sebanyak mungkin menciptakan feeder di beberapa tempat, katakanlah di Sulawesi Utara, di Ambon, di Maluku Utara, di Papua nanti kita buat feeder. Feeder itu di Miangas sudah kita buat. Feeder ini harus diciptakan karena feeder itu dilakukan oleh pelayaran rakyat, kata Menhub usai menjadi pembicara di Dialog Kritis Solutif Untuk Negeri di Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis (19/4/2018).

Menurut Menhub pelayaran rakyat merupakan ujung tombak pelayaran khususnya di daerah yang sulit dijangkau. Hal lainnya menurut Menhub dengan melibatkan pelayaran rakyat maka dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Lanjutnya, ke depan pemerintah fokus untuk mengelola barang-barang apa yang diangkut dengan kapal tol laut disesuaikan dengan jenis kapal yang melayani. Maksudnya di sini adalah kapasitas kapal akan disesuaikan dengan besar kapal yang mengangkut barang tol laut. Soal subsidi Menhub menyebut akan terus memberikan subsidi biaya kapal.

“Kalau subsidi itu harus karena selain untuk masyarakat, barang-barang ini memang harus dibawa dengan suatu jumlah dan suatu tujuan yang tidak favorit. Oleh karenanya pemerintah turun agar barang itu lebih pasti ada dan harganya lebih murah. Kalau dulu itu harga tidak stabil dan belum tentu ada. Nanti subsidinya lebih ke kapal,” jelas Menhub.(aliy)