Angkasa Pura 2

Ini Rekomendasi BPTJ Untuk Pembangunan Berkonsep TOD

Emplasemen KoridorSabtu, 21 April 2018
IMG-20180421-WA0027

JAKARTA (BeritaTrans.com) – BPTJ mengambil langkah cepat dan strategis dalam mewujudkan TOD di lingkungan Jabodetabek. Salam satunya adalah BPTJ memberikan rekomendasi teknis kepada para pengembang yang sedang membangun di kawasan Jabodetabek agar menerapkan prinsip TOD. Salah satu diantaranya yang segera bergulir adalah pembangunan fasilitas Transfer Point di Kawasan TOD Gunung Putri di Podomoro Golf View, Cimanggis, Kabupaten Bogor.

“Pencanangan awal pembangunan fasilitas Transfer Point ini dilakukan pada hari Sabtu 21 April 2018 oleh Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bersama Bupati Bogor dan Walikota Depok di lokasi tersebut,” kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Jakarta, Sabtu (21/4/2018).

Penyediaan fasilitas Transfer Point pada kawasan TOD Gunung Putri yang berada dalam kawasan Podomoro Golf View (PGV) merupakan hasil rekomendasi teknis Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan.

Di dalam kawasan dengan luas lahan 80 ha itu, terdapat bangkitan dan tarikan perjalanan pada saat jam sibuk setelah kawasan terbangun sebesar 29.618 satuan mobil penumpang (SMP) per jam yang ekuivalen dengan 42.208 orang per jam.

Transfer Point di Kawasan Podomoro Golf View merupakan bangunan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang sekaligus menyediakan fasilitas park & ride yang diperuntukkan bagi penumpang/masyarakat umum yang melakukan perjalanan serta untuk penghuni kawasan Podomoro.

Penyelenggaraan operasional Transfer Point sebagai terminal nantinya akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor demi memastikan bahwa angkutan umum yang beroperasi terjamin keselamatannya.

“Dalam rencana pengembangan TOD, Podomoro akan membangun stasiun LRT (light Rail Transit) yang terintegrasi dengan perpanjangan Jalur LRT Cibubur – Bogor, dan nantinya stasiun tersebut akan dihibahkan kepada pemerintah, sebagai peran aktif mendukung transportasi yang terintegrasi di Jabodetabek,” jelas Bambang Pri.

Pembangunan yang berkonsep TOD oleh pengembang ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan, kemacetan jalan, dan polusi udara. Dengan sendirinya keberadaan TOD ini nantinya juga akan meningkatkan jumlah penumpang angkutan umum dan menambah pilihan moda pergerakan kawasan perkotaan.

Selain terkait masalah transportasi, aku Bambang Pri, dampak positif lain juga akan diperoleh yaitu menumbuhkan gaya hidup sehat melalui budaya jalan kaki.

Fasilitas Transfer Point yang dibangun pengembang ini, merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta (Agung Podomoro Grup) dalam penyenggaraan transportasi yang berorientasi transit.

Pembangunan Transfer Point pada Kawasan Podomoro merupakan bagian dari pembangunan maupun pengembangan sarana dan prasarana sistem transportasi intermoda dalam rangka memperlancar mobilitas arus lalu lintas di wilayah Jabodetabek.

Selain itu Transfer Point di Kawasan Podomoro ini diharapkan dapat mendorong konektivitas yang pada gilirannya dapat meningkatkan sistem transportasi yang berkelanjutan serta menurunkan biaya transportasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(helmi)

loading...