Angkasa Pura 2

Infrastruktrur Sisi Udara Bandara Kertajati Rampung 100 Persen

Bandara KokpitSenin, 23 April 2018
IMG-20180423-WA0006

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Setelah melalui proses dan berbagai hambatan, pembangunan Bandara Kertajati, Majalengka akhirnya rampung pembangunannya.

Seperti diketahui, rencana pembangunan bandara ini sempat tak ada kejelasan sejak studi kelayakan tahun 2003 dan diberikan izin Penetapan Lokasi (penlok) tahun 2005. Pada tahun 2003, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan sanggup membiayai sendiri dengan APBD, maka dari itu dalam izin Penlok 2005 disebutkan pembiayaan dari APBD.

Namun ternyata hingga tahun 2012 tidak ada realisasi pembangunannya. Akhirnya dilakukan review ulang dan diminta alokasi APBN dari Pemerintah Pusat dalam revisi Penlok 2012 untuk memberikan leverage terhadap bandara ini.

“Kekosongan kegiatan sejak ditetapkan penlok sampai izin penetapan lokasinya selama 5 tahun terlewati, sehingga masa izin hangus. Bayangkan, studi kelayakannya dimulai tahun 2003, penetapan lokasi pertama 2005, namun perpanjangan izin penetapan lokasi diulang tahun 2012 dengan memasukkan kewajiban pendanaan APBN,” urai Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Selama 9 tahun, sempat tidak ada kegiatan fisik apapun sampai izin penetapan lokasi yang lama hangus, lalu diulang lagi tahun 2012. Pekerjaan baru dimulai tahun 2014 untuk pengerjaan pembersihan lahan dan pondasi.

Jadi selama 10 tahun proyek ini terkatung katung,” ujarnya.

Kegiatan pembersihan lahan dan pondasi dasar akhirnya dikebut untuk pelaksanaannya melalui program penyelesaian Proyek 15 Bandar Udara Baru yang kemudian dituangkan dalam dokumen RPJMN 2015-2019.

Bandara Kertajati juga dimasukkan dalam Program Strategis Nasional (PSN). Sehingga sejak tahun 2015 hingga 2017 pembangunannya mengambil dana dari APBN Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk sisi udara.

APBN tersebut dipakai untuk membangun konstruksi di sisi udara, yaitu berupa runway pavement, taxiway, appron pavement, airfield lighting dan approach light sampai pagar Bandara. Bahkan tower dan peralatan navigasinya juga selesai lengkap.

“Berbekal modal progress pembangunan infrastruktur sisi udara ini sebagai Initial Investment yang bisa menjadi Opportunity Value, maka beberapa investor mulai melirik untuk ikut berpartisipasi dalam penyelesaian bandar udara ini. Dengan keseriusan pembangunan konstruksi sisi udara oleh Pemerintah Pusat, maka lokasi yang semula terkatung-katung dan kembang kempis penyelesaiannya itu berubah drastis karena telah memiliki Opportunity Value utama tersebut yaitu progresivitas pembangunan konstruksi sisi udara dan prioritas Program Strategis Nasional,” urai dia.

Saat ini, pembangunan sarana di sisi udara telah selesai 100 persen. Terdiri dari runway 2.500 m x 60 m, paralel taxiway 2750 m x 25 m, cross taxiway 1180 m x 25m, serta apron 576 m x 151 m yang saat ini mampu menampung 4 jet wide body sekelas Boeing B777 atau Airbus A330 dan 6 jet narrow body sekelas B737 NG atau A320.

Untuk sisi darat yang dibangun Pemprov Jawa Barat, seperti terminal penumpang seluas 96.280 m2 yang mampu melayani 5,6 juta penumpang/ tahun sudah selesai 96 persen. Tinggal menyelesaikan hal-hal finishing seperti landscape dan yang lainnya yang akan diselesaikan hingga tanggal 24 Mei nanti saat bandara mulai dioperasikan.

“Terkait pengoperasian bandara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengeluarkan publikasi pada dunia internasional dengan AIRAC AIP SUP No 10/18 tentang The Operation of Kertajati International Airport-Majalengka pada 1 Maret 2018 dan akan berlaku efektif pada 26 April 2018,” papar Agus.

Pada 29 Maret 2018 telah sukses dilakukan penerbangan Kalibrasi oleh Balai Kalibrasi Peralatan Penerbangan serta verifikasi dan sertifikasi oleh tim dari Ditjen Perhubungan Udara, sehingga sisi udara bandara sudah siap dioperasikan. (omy)

loading...