Angkasa Pura 2

RPJMN: Pemerintah dan Pemda Wajib Sediakan Angkutan Umum

KoridorSenin, 23 April 2018
Harmoni Central Busway Transjakarta 2

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kewajiban Pemerintah dan Pemda menyediakan angkutan umum sudah diatur dan sesuai amanah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 danRencana Strategis (Renstra) Perhubungan 2015-2019.

“Mengangkut orang harus beralih dari kendaraan berkapasitas perseorangan (roda dua) beralih ke sarana transportasi yang berkapasitas besar,”  kata Kepala Kab Transportasi  Unika Soegijopranoto  Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Menurutnya, pada masa transisi ini harus ada aturan. Aturan yang mengatur wilayah operasional, jam operasional, besaran tarif, kuota, jenis roda dua yang diijinkan.

“Pemda dapat atur itu. Untuk memperkuat aturan itu, sensiknya Menhub, Mendagri, Menkominfo, Menaker,  Kapolri dapat membuat Surat Keputusan Bersama Tata Cara Mengelola Roda Dua sebagai Angkutan Umum Orang di Daerah,” kata Djoko.

Di sisi lain, jelas Djoko,  pemerintah harus punya target tertentu untuk menata dan menetapkan transportasi umum yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau (murah dan dekat tempat tinggal).

Departemen Transportasi Darat Thailand mengeluarkan UU kendaraan Tahun 2004 tentang Pengaturan Jasa Taksi Sepeda Motor (Vehicle Law 2004 on Control of Motorcycle Taxi Service) untuk mengklasifikasi jenis sepeda motor berdasarkan penggunaan pribadi atau penggunaan publik.

Undang-Undang tersebut, menurut Djoko,  mengatur hal hal terkait pendaftaran layanan ojrk motor, standar keamanan layanan, dan syarat-syarat yang harus dipenuhi pribadi pengemudi.

“Sepeda motor yang digunakan untuk mengangkut penumpang wajib mengenakan plat kuning dengan huruf berwarna hitam. Pengemudi wajib mengenakan jaket khusus perusahaan jasanya,” papar Djoko.

Jangan biarkan roda dua terlalu lama menjadi angkutan umum perseorangan. Sebenarnya pilihan bajaj untuk angkutan umum lingkungan lebih tepat. “Kapasitas lebih besar, tidak kepanasan dan kehujanan. Terlindungi terik matahari dan air hujan,” sebut Djoko.

“Sungguh tidak menyehatkan kehidupan publik dengan angkutan umum roda dua. Pasti keselamatan kurang terjamin dan angka kecelakaan tidak akan menurun,” tandas Djoko.(helmi)