Angkasa Pura 2

Kemenhub Kebut Pengentasan ODOL Angkutan Barang di Jalan

KoridorRabu, 25 April 2018
IMG-20180425-WA0009

IMG-20180425-WA0010

KARAWANG (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat mengebut pengentasan over dimensi dan over loading (ODOL) angkutan barang di jalan.

Hal ini sesuai dengan rencana program prioritas (quick win) bidang Perhubungan Darat tahun 2018. Upaya tersebut dilakukan menurut Direktur Pembinaan Keselamatan Transportasi Darat Ahmad Yani diawali realisasi pengoperasian penimbangan kendaraan bermotor.

“Selain itu juga dilakukan pengawasan muatan angkutan barang dan penangann tuntas ODOL,” tegas Yani dalam Sosialisasi Pengentasan ODOL di Kawasan International Industrial City (KIIC) di Karawang, Rabu (25/4/2018).

Menurutnya, berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009, disebutkan bahwa pengemudi dan atau perusahaan angkutan barang wajib mematuhi cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan, dan kelas jalan.

Menurut Yani, tujuan dari sosialisasi ini diantara meningkatkan penyelenggaraan angkutan barang yang selamat, aman, tertib, dan lancar. Menerapkan tindakan setelah penindakan atas pelanggaran daya angkut dan atau kelebihan muatan, serta menjaga kondisi infrastruktur jalan.

“Sedangkan sasarannya adalah agar terselenggaranya penindakan atas penegakan hukum terhadap angkutan barang yang melanggar daya angkut atau kelebihan muatan dan penindakan terhadap angkutan barang yang melanggar akan dilakukan secara bertahap,” paparnya.

Lebih lanjut Yani mengemukakan bahwa ada banyak dampak dari ODOL sehingga perlu dientaskan. Diantaranya adalah kendaraan yang ODOL akan berdampak pada penurunan kecepatan laju.

Dampak lainyya percepatan penurunan umur jalan yang berakibat kerusakan di jalan, kerugian anggaran negara untuk pemeliharaan jalan mencapai Rp46 triliun.

“Penurunan kecepatan dapat mengakibatkan kemacetan, jalan rusak/berlubang dapat menimbulkan kecelakaan, dan kerugian negara berdampak pada potensi menambahnya utang negara,” ungkap dia.

Acara dihadiri para perwakilan dari manajemen masing-masing perusahaan yang ada di kawasan KIIC. (omy)