Angkasa Pura 2

Setop ODOL, Ada Penanganan dari Hulu dan Hilir

KoridorRabu, 25 April 2018
IMG-20180425-WA0015

IMG-20180425-WA0011

KARAWANG (BeritaTrans.com) – Setop over dimensi dan over loading (ODOL) pada angkutan barang di jalan terus digeber Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Menurut Direktur Pembinaan Keselamatan Transportasi Darat Ahmad Yani, langkah yang dilakukan adalah penanganan dari hulu dan hilir untuk menghentikan ODOL.

“Diantaranya yakni penanganan hilir dengan meningkatkan pengoperasian UPPKB/Jembatan Timbang, pengawasan muatan angkutan barang di jaln tol dengan penimbngan portabel, dan pengawasan muatan di pelabuhan dengan alat penimbangan portabel,” ungkap Yani di Karawang, Rabu (25/4/2018).

Sedangkan dalam penanganan dari hulu ini menurutnya, telah dilakukan beberapa pembahasan melalui Focus Group Discussion, koordinasi pengentasan ODOL dengan pengelola kawasan industri, koordinasi tindak lanjut pengentasan ODOL dengan organisasi terkait, dan koordinasi tindak lanjut pengentaaan ODOL dengan pemilik barang.

“Harapannya dengan upaya ini maka dapat menyampaikan kepada pemilik barang bahwa aturan muatan barang harus memenuhi daya angkut dalam buku uji kendaraan bermotor,” ujarnya.

Selain itu juga diharapkan, tidak lagi mengoperasikan kendaraan angkutan barang yang over dimensi atau melebihi standar. Serta mampu menghemat anggaran negara untuk pembangunan infrastruktur baru daripada perbaikan jalan yang ada.

Pelanggaran dan Penindakan

Pada pelanggaran over loading, ada penindakan tilang dengan dengan denda maksimal dan jangka pendek. Opsi terakhir kata Yani, bila diperlukan akan dilakukan penurunan muatan atau pemindahan yang menjadi tanggung jawab perusahaan/pengemudi angkutan barang.

“Over dimensi penindakannya disertai dengan pemberian tanda batas ukuran sebagai tanda serta bila perlu dilakikan tindakan tegas kepada pemilik kendaraan/perusahaan, dan karoseri atau terkena sanksi sesuai Undang-Undang LLAJ,” tutur dia.

Terakhir bila terjadi pelanggaran pada buku uji dan surat muatan dokumen perjalanan, maka akan dikenakan tilang oleh Kepolisian. (omy)