Angkasa Pura 2

Jelang Angleb, Tim Hubdat Segera Periksa SPM di Pelabuhan Penyeberangan Utama di Tanah Air

KoridorKamis, 26 April 2018
IMG-20180425-WA0017

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktorat Pembinaan Keselamatan Transportasi Darat (Ditbinkes) Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan standard pelayanan minimum (SPM) di pelabuhan pada lintasan penyeberangan utama di Tanah Air.

“Langkah itu dilakukan untuk memastikan, pelabuhan penyeberangan tersebut telah menerapkan pelayanan sesuai SPM yang ditetapkan pemerintah sebagai regulator menjelang angkutan Lebaran (angleb) 2018,” kata Dirbinkes Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ahmad Yani, ATD, MT menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Dikatakan, tim kita akan segera turun untuk memeriksa SPM di tujuh pelabuhan penyeberangan utama dibawah Ditjen Hubdat. Menjelang angleb 2018 mendatang, semua lintasan penyeberangan utama di Tanah Air harus baik, melayani paling tidak sesuai SPM yang telah ditentukan. “Kalau bisa, mereka harus melayani di atas SPM yang telah diterapkan,” jelas Yani, sapaan akrab dia.

Pelabuhan utama yang menjadi objek pemeriksaan Tim Ditbinkes. Yani
menambahkan, kalau Ditbinkes Hubdat tupoksinya adalah memastikan seluruh pelabuhan penyeberangan melayani masyarakat sesuai SPM. Sementara, dari sisi kelaikannya menjadi kewenangan Ditjen Perhubungan Laut, sesuai UU No.17/2008 tentang Pelayaran.

Penyeberangan menjadi salah satu moda transportasi yang banyak diminati dan digunakan oleh pemudik di Tanah Air. Data Ditjen Hubdat menyebutkan, ada tujuh lintasan penyeberangan utama yang akan menjadi prioritas pelayanan Pemerintah.

Mereka itu adalah Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Bajoe-Kolaka, Tanjung Api-api-Tanjung Kelian, Kayangan-Pototano dan Karingau-Penajam.

“Pemerintah harus hadir dan memastikan semua infrastruktur transportasi darat dioperasikan dengan baik dan benar. Mereka juga harus dipastikan memenuhi SPM sehingga ada jaminan masyarakat pengguna jasa transportasi darat khususnya bisa dilayani dengan baik,” sebut Yani.

Menurut dia, sesuai ketentuan UU maka kelailautan kapal dan juga pelabuhan penyeberangan dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Laut. Namun, sebagai pembina dan regulator angkutan penyeberangan adalah Ditjen Hubdat.

“Khusus dari sisi keselamatan, maka tim Ditbinkes yang akan menangani dan memastikan mereka memenuhi SPM yang sudah ditebtukan,” terang alumni STTD itu.

Sesuai petunjuk dan arahan Menhub Budi Karya dan Dirjen Hubdat Budi Setiyadi, angkutan Lebaran 2018 harus lebih baik dan tingkat keselamatan yang tinggi.

“Jumlah korban laka lantas turun dan tak ada kemacetan yang parah. Dan itulah fokus utama kerja kami di Ditbinkes Hubdat,” tandas Yani.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari