Angkasa Pura 2

Negara Harus Hadir dan Lindungi Konsumen Taksi Online

KoridorKamis, 26 April 2018
xIlustrasi-Taksi-Online-33e7fr2j2l8kb467soxxje.jpg.pagespeed.ic.-lCmofcvwq

JAKARTA (BeritaTrans.com) -Pemerintah harus melindungi konsumen taksi online. Bagaimanapun, negara harus adil membina dan melindungi taks online, karena mereka adalah warga ngara Indonesia yang dilindungi UU.

“Dengan makin banyaknya tindakan kriminal di taksi online, sebaiknya pemerintah menutup sementara aplikator taksi online yang bermasalah sampai pihak aplikator dapat menunjukkan cara melindungi driver dan pengguna dari upaya tindakan kriminal,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com d Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Dikatakan, untuk kesekian kalinya terjadi tindakan kriminal terhadap penumpang taksi online. Sebenarnya, tidak hanya konsumen taksi online, pengemudinya pun rentan tindakan kriminal.

Dikatakan, standar keamanan usaha taksi reguler sudah diatur oleh pemerintah. Memang untuk taksi online belum diatur, karena hingga kini, urusan taksi online belum selesai.

“Aturan dan SPM mengenai standar pelayanan inilah yang harus segera dirumuskan, sehingga menjadi pegangan hukum bagi para pihak terkait,” jelas Djoko.

Jika pemerintah tidak tegas, papar dia, maka kejadian serupa pasti akan terulang. Tinggal tunggu waktunya kapan akan terjadi.

Bagi para konsumen, menurut Djoko, juga harus berhati hati dan jeli memilih taksi yang akan digunakan. Jangan sampai menjadi korban tindak kriminal atau hal-hal tidak diinginkan lainnya.

“Jangan asal pilih taksi yang tarifnya murah. Tapi, jaminan keamanan, keselamatan dan kenyamanan tidak diberikan.” tegas Djoko.(helmi)