Angkasa Pura 2

Pekerja JICT gelar Aksi Protes di Lobi Kantor Utama

DermagaKamis, 26 April 2018
IMG-20180426-WA0005-800x600

JAKARTA (BeritaTrans.com) -Ratusan pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) gelar aksi protes dengan berkumpul di lobi kantor utama perusahaan tersebut, Kamis (26/4/2018).

Ketua Umum SP JICT Hazris Malsya mengatakan aksi itu terkait dengan perpanjangan kontrak JICT jilid II (2019-2039) kepada Hutchison telah berjalan efektif. Karena
pembayaran uang sewa kontrak sudah berjalan sejak tahun 2015.

Fakta lain yaitu telah terjadi perubahan komposisi kepemilikan saham, perubahan struktur direksi dan komisaris, serta pembayaran biaya-biaya sesuai klausul dalam amandemen perjanjian.

Hazris menambahkan dengan efektifnya perpanjangan kontrak JICT ini telah merugikan negara Rp 4,08 triliun.

Kerugian lain juga dialami oleh pekerja selaku stakeholder utama dengan menurunnya tingkat keselamatan kerja serta terjadi penurunan hak pekerja sampai 90%.

Dalam aspek keselamatan kerja, tadi malam baru saja kembali terjadi meninggalnya orang eksternal di dalam lapangan JICT, dua hari lalu juga terjadi kecelakaan kerja yang menyebabkan pekerja luka serius di kepala.

Hutchison, kata Hazris, juga bermasalah dalam hal keamanan kerja di pelabuhan Sydney Australia.

Seorang pekerja wanita di Austalia mengalami koma akibat kecelakaan kerja yang terjadi minggu lalu.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, perpanjangan Kontrak JICT kepada Hutchison yang dipaksa berjalan oleh direksi dan pemegang saham sekaligus menjawab pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo.

Sebelumnya, pada bulan September 2017 lalu dalam rapat dengar pendapat dengan DPR, Agus menyatakan kontrak tersebut belum efektif.

Kami juga akan mendorong KPK segera menindaklanjuti laporan terkait perpanjangan kontrak tersebut.

Selain itu, menyikapi pelanggaran atas hak pekerja yang dilakukan Direksi karena efektifnya perpanjangan kontrak, SP JICT akan melakukan aksi industrial.

Dalam kesempatan ini, kami juga meminta kepada Presiden untuk mengembalikan pengelolaan JICT 100% kepada Pelindo II di bulan Maret 2019, mengingat Negara wajib berdaulat atas gerbang ekonomi nasional. (wilam)