Angkasa Pura 2

STTD Ditantang Lakukan Survei dan Pemetaan Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Raya

Koridor SDMJumat, 27 April 2018
IMG-20180425-WA0018

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menantang dunia kampus khususnya STTD Bekasi melakukan pendataan titik-titik rawan kecelakaan serta kebutuhan rambu-rambu yang harus disiapkan pihak Pemerintah khususnya di jalan nasional.

Bila perlu, STTD bisa memetakan titik rawan seluruh jalan di Indonesia. Bila terdata dengan baik, lengkap dengan kondisi serta potensi rawan kecelakaan yang ada, maka akan memudahkan Pemerintah membuat perencanaan serta rencana aksi keselamatan jalan di Indonesia.

“Kampus seperti STTD bisa melakukan survei dan pendataan berapa banyak titk-titik rawan kecelakaan dan membutuhkan rambu-rambu peringatan yang tepat,” kata Direktur Pembinaan Keselamatan (Ditbinkes) Hubdat Ahmad Yani, ATD, MT kepada BeritaTrans.cm di Jakarta, Jumat (27/4/2018).

STTD, lanjut dia, dirasa cukup mampu dan memiliki saran dan fasilitas untuk melakukan survei dan pendataan titik-titik rawan di sepanjang jalan nasional. “Mengapa tidak dimanfaatkan? Fokus utama, adalah jalan nasional di pulau Jawa bahkan di Indonesia,” jelas Yani.

“STTD layak dikembangkan menjadi pusat data dan kajian mengenai keselamatan transportasi jalan di tingkat nasional. Kampus dibawah BPSDMP itu memiliki alat dan fasilitasnya, sekaligus didukung para taruna yang terlatih untuk melakukan survei di lapangan,” jelas Yani.

Saat ini Pemerintah khususnya Ditjen Hubdat masih kesulitas memetakan titik-titik rawan kecelakaan jalan termasuk di jalan nasional. “Akibatnya, Pemerintah khususnya Kemenhub agak sulit membuat perencanaan dan penganggaran mengenai kebutuhan rambu-rambu lalu lintas khususnya dititik rawan kecelakaan di jalan nasional. Data riilnya sampai sekarang belum ada,” aku Yani.

Oleh karena itu, dunia kampus termasuk STTD semestinya bisa melakukan pendataan serta memetakan titik rawan di sepanjang jalan nasional. Dengan begitu, para pihak yang membutuhkan bisa memanfaatkan bahkan bekerja sama dengan STTD untuk melakukan pemetaan bersama-sama.

“Jika kampus seperti STTD bisa melakukan survei dan pendataan titik rawan kecelakaan itu, akan sangat baik. Keberadaan STTD akan sangat berarti bahkan bisa menjadi rujukan untuk peningkatan keselamatan transportasi jalan di Tanah Air,” kilah alumni STTD itu pula.

Yani menambahkan, Pemerintah bertekad untuk terus meningkatkan pelayanan dan keselamatan transportasi seluruh moda, termasuk transportasi darat. Keselamatan menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama, termasuk kalangan perguruan tinggi.

“Target zero accident harus diperjuangan bersama. Bukan hanya Pemerintah, tapi juga seuru pihak terkait termasuk warga masyarakat. Jika semua sadar dan peduli akan keselamatan, maka tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan raya akan bisa diturunkan,” tegas Yani.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari