Angkasa Pura 2

TRABAS, Komunitas Crosser Kemenhub Makin Eksis

Koridor Otomotif SDMSabtu, 28 April 2018
IMG-20180428-WA0019

IMG-20180428-WA0022

JAKARTA (BeritaTrans.com) – TRABAS, komunitas Crosser Kemenhub makin eksis dan banyak programnya. Komunitas pencinta sepeda motor trail para  pegawai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu secara rutin mencoba licin dan terjalnya  lintasan off road alam di berbagai daerah terutama di sekitar, Bogor, Depok, Tengerang dan Bekasi.

“Jika tak ada   aral melintang, kita akan menjajal terjalnya track ke Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur,” kata Koordinator TRABAS,  Roy Joeniarso dalam perbincangan dengan BeritaTrans.com di Jakarta,  Jumat (27/4/2018).

Selama ini, minimal sebulan sekali anggota komunitas  TRABAS Kemenhub membuat acara bersama. Kalau bukan di Bukit Hambalang, bisa daerah lain di sekitar  Bogor atau lainnya.

“Track off road di daerah Hambalang cukup lengkap. Ada trak kering, basah termasuk menerobos sungai dengan arus cukup deras,” jelas Roy.

IMG-20180428-WA0021

Bukam hanya itu, untuk menjelajah bukit dengan medan terjal dan curam, juga ada di Bukit Hambalang. Lokasinya tak jauh dari proyek  Wisma Atlet Hambalang.

“Bukit Hambalang, juga ada track alam yang licin dan berbatasan dengan tebing dan  jurang. Saat musim hujan, track ini cukup licin dan menantang. Kondisi itu menjanjikan nuansa tersendiri bagi para crosser Kemenhub,” papar Roy yang juga arek Malang itu lagi.

Menghadapi track tersebut, manurutnya,  membutuhkan ketrampilan serta profesionalisme yang tinggi bagi para crosser.  Hanya mereka yang bernyali akan berani melewatinya.

“Jika tak konsentrasi penuh atau sedikit meleng, hampir bisa dipastikan akan jatuh tergelincir. Disitulah seninya dan memberikan kepuasan tersendiri bagi kita para crosser Kemenhub,” terang Roy.

IMG-20180428-WA0017

Anggota Lintas Sektoral

Menurut dia, komunitas TRABAS terbuka  bagi mereka yang ingin bergabung menjadi anggot pencinta olah  raga  petualangan dan menantang ini. Hampir seluruh track yang dilalui komunitas ini penuh tantangan dan resiko masing-masing.

“Sesuai namanya, crosser Kemenhub, maka anggotanya adalah para pegawai Kemenhub. Tapi kita berasal dari berbagai subsektor transportasi yang ada, seperti darat, laut, udara, kereta api  dan BPSDMP ada semuà,” urai Roy.
 
Diakuinya, anggota TRABAS memang belum banyak. Memang komunitas ini hanya orang-orang tertentu yang bersatu karena panggilan hati, yaitu hoby naik sepeda motor khususnya trail.

Namun bagi anggotanya, komunitas TRABAS bukan hanya hoby, tapi juga wisata dan kepuasan batin. “Namun disela-sela aktivitas TRABAS juga dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi.  Disela-sela tracking, kita bisa tukar fikiran dan mencari solusi kepenatan dan masalah yang dihadapi di kantor,” kilah Roy.

IMG-20180428-WA0014

Melalui TRABAS pula,  kita berkumpul dan dipersatukan dalam satu hobby. Kita bisa melepaskan  masalah dan mengurai beragam masalah bahkan konflik di kantor jika ada. “Itulah nilai tambah yang kami rasakan dan bisa diwujudkan bersama,” aku Roy.

Yang tergabung dalam TRABAS, menurut Roy cukup beragam. Sebut saja,  Bapak Hari Kris dari Setjen, Bapak Dwi Budi Sutrisno di Ditjen Hubla, Eko Suharmanto di BP3IP Jakarta atau BPSDMP,  Bapak Gunawan dari BP2IP Tangerang, Bapak Mugen Sartoto dari Hubla dan lainnya.

Bapak Albert dari  BP2IP Tangerang,  Bapak Hanif KSOP Samarinda, Dimas dari Balai Pengujian KA Bekasi. “Dan saya sendiri dari Itjen Kemenhub. Jadi cukup lengkap anggota TRABAS ini,”  sebut Roy.

Melalui wadah komunitas TRABAS,  sekat-sekat  seperti status, jabatan  dan lainnya bisa hilang. “Kita berkumpul, jalan bareng, istirahat dan makan bersama-sama. Dan tempat favorit kita adalah  Tanjakan Babe Satu, tempat para crosser istirahat dan makan bersama di Bukit Hambalang seolah tanpa beban,” papar Roy.

IMG-20180428-WA0010

Pokoknya anggota  Trabas bisa membangun persaudaraan dan perkawanan lebih dibandingkan tempat lainnya. “Suka duka dirasakan dicapai dan diwujudkan bersama.”

“Sebaliknya, jika ada kawan yang bermasalah seperti motor rusak atau mogok, tanpa diminta akan langsung membantu. Itulah suka duka bersama di komunitas Trabas ini,” tandas Roy.

Di sela-sela kesibukan mereka sebagai ASN di Kemenhub, mereka masih sempat menyalurkan hobby-nya sebagai crosser. Roy, selain kordinator TRABAS, Roy juga manjabat sebagai Kordinator Wilayah 4 pada  Inspektorat IV  Itjen Kemenhun, sekaligus merangkap sebagai Ketua Pokja Unit Investigasi Itjen kemenhub.

Selain aktif di TRABAS, Roy juga membina Komunitas MoT  ltjen Kemenhub. Lembaga ini yang mewadahi para pehobby motor custom khususnya  di Kemenhub yang anggotanya seluruh pegawai Kemenhub.
(helmi)

loading...