Angkasa Pura 2

Dirjen Budi: Touring Sepeda Mudik Jakarta-Surabaya Momentum Baik Membangun Budaya Keselamatan di Indonesia

KoridorMinggu, 29 April 2018
IMG-20180429-WA0003

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubungan Darat  (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menegakkan aturan terkait keselamatan dengan  ketat. Menjelang angkutan Lebaran 2018, semua kendaraan yang dioperasikan untuk angkutan umum harus dipastikan memenuhi aspek keselamatan.

“Semua kendaraan yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran 2018 harus dipastikan laik  jalan. Sebelum  angkutan  Lebaran dimulai akan dilakukan  ramp check pada bus AKAP, AKDP dan bus pariwisata,”  kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Dikatakan, touring Sepeda Mudik Jakarta-Surabaya disertai pesan-pesan keselamatan yang dibawa menjadi momentum yang baik untuk membangun budaya keselamatan di Indonesia.

“Pihak Hubdat bersama pemangku kepentingan akan memanfaatkan event tersebut untuk bersama-sama membangun kesadaran pada keselamatan transportasi darat khususnya,” kata Dirjen Budi lagi

Dirjen Hubdat juga telah menugaskan,  Ditbinkes agar memeriksa dan memastikan seluruh  bus AKAP/AKDP dan pariwisata agar semua laik jalan.

“Seluruh   bus menjelang  angkutan Lebaran  akan dicek dan dipastikan laik jalan. Jika tak laik, tak akan diizinkan berangkat membawa penumpang,” kata dia.

Turunkan Tim ke Daerah

Direkrur Pembina Keselamatan Hubdat Ahmad Yani menambahkan,  pihaknya akan menurunkan tim pemeriksa ke lapangan. Mereka bersama tim di daerah akan melakukan ramp ceck sesuai rencana yang telah ada.

Momentum Touring Sepeda Mudik Jakarta-Surabaya  di setiap  kota yang disinggahi akan bertemu komunitas  dan melakukan ramp ceck baik bus, taksi, angkot serta truk.

“Dirjen Hubdat tak akan main-main dengan keselamatan. Semua harus memenuhi aspek keselamatan, karena terkait dengan  nyawa manusia;”  kata Yani.

“Dengan pemeriksaan berlapis tersebut, diharapkan tak ada lagi bus tak laik jalan masih dioperasikan untuk mengangkut pemudik dan arus balik Lebaran,”  papar alumni STTD itu.

Dalam pelaksanaan ramp ceck nanti, petugas Ditbinkes dibantu personel dari Terminal Tipe A dan BPTD di berbagai daerah di Indonesia. “Dengan kekuatan personel yang ada, akan diberdayakan secara optimal. Sebelum angkutan  Lebaran, sekitar 49.000 armad bus harus sudah diperiksa dan dipastikan laik jalan,” tandas Yani.(helmi)