Angkasa Pura 2

Menhub Optimis Proyek LRT dan MRT Jakarta Akan Mampu Urai Kemacetan di Ibukota

Emplasemen KoridorMinggu, 29 April 2018
IMG-20180429-WA0030

IMG-20180429-WA0031

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menhub Budi Karya Sumadi mengaku optimis  jika proyek    light rail transit (LRT), dan  mass rapid transit (MRT) di Jakarta sudah selesai  dan beroperasi optimal, akan berperan besar membantu mengurangi kemacetan ibu kota.

Kedua LRT dam MRT tersebut akan disinergikan dengan angkutan massal lainnya baik BRT atau KA Commuter yang sudah ada saat ini. Jadi, angkutan umum massal di Jakarta dan sekitarnya makin baik. Kecemapatan kendaraan di jalan raya bisa ditingkatkan, minimal 40 km/ jam.

“Kedua pilihan moda (LRTdan MRT)  itu dinilai bisa mempercepat mobilisasi warga dari daerah sekitar Jakarta menuju ibu kota maupun sebaliknya,” kata Menhub disela-sela kunjungan ke Proyek MRT di Pancoran Jakarta,  Minggu (29/4/2018).

Kami rencanakan, lanjut Menhub, tahun 2023-2024 Jakarta sudah tidak macet lagi. Tetapi, operasional LRT dan MRT harus benar-benar berjalan optimal.

Dia menambahkan, kedua moda tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

Dengan begitu, Budi berharap masyarakat secara perlahan dapat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum untuk berpergian.

“MRT dan LRT itu alat transportasi yang sangat penting. Kalau proyek ini sudah selesai, warga yang tinggal di Bogor, Bekasi, Depok, dan Tanggerang yang kena kena aturan 3 in 1 di jalan tol bisa pakai LRT untuk ke Jakarta dan sebaliknya,” ucap Budi didampingi Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri itu.

“Saya tidak dapat katakan kemacetan akan berkurang dengan persentase berapa. Tapi kalau fungsi MRT, LRT, dan alat transportasi umum lainnya seperti bus BRT dan KA Komuter berjalan komperhensif, saya yakin akses orang-orang dari satu tempat ke tempat lain bisa lebih cepat lagi,” terang Menhub lagi.

IMG-20180429-WA0032

Progress LRT 37 Persen

Dalam kesempatan yang sama, Direktur SDM PT Adhi Karya (Persero) Agus Karianto mengatakan,  proyek LRT sudah mencapai 37 persen pengerjaan.

Progress proyek LRT kini sudah  mencapai 37 persen itu termasuk pengerjaan Lintas 1 LRT Cibubur-Cawang yang sudah 60 persen, serta pengerjaan jalur 2 LRT lintas Cawang-Dukuh Atas dan Lintas 3 Cawang-Bekasi Timur yang baru mencapai 22 persen dan 40 persen.

“Jadi proyek 3 lintasan itu sudah mencapai 37 persen sejauh ini. Pengerjaan termasuk pembangunan tiang fondasi hingga pemasangan rel. Instalasi kabel juga sudah dipasang dibeberapa bagian,” tandas Agus.(helmi)