Angkasa Pura 2

Kebijakan Ganjil Genap Ditambah, Uji Coba Pintu Tol Karawaci 2 dan 4 Segera Dimulai

KoridorSenin, 30 April 2018
IMG_20180419_112225

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Berdasarkan berbagai pertimbangan penting, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) kembali mengeluarkan Kebijakan pengaturan kendaraan pribadi dengan skema ganjil-genap di ruas tol Jakarta Tangerang.

Menurut Kepala BPTJ Bambang Prihartono, kebijakan ini akan diperluas ke Pintu Tol Karawaci 2 dan Karawaci 4 (arah Jakarta), dengan masa uji coba akan diberlakukan mulai 7 Mei s/d 11 Mei 2018.

“Kebijakan ini masih menjadi bagian paket kebijakan penanganan kemacetan di Tol Janger (Jakarta-Tangerang) yang mulai diujicobakan pada 16 April 2018 bersamaan dengan paket kebijakan penanganan kemacetan di Tol Jagorawi (Cibubur Jakarta),” jelas Bambang Pri di Jakarta, Senin (30/4/2018).

Dengan adanya rencana pemberlakuan skema ganjil genap di Pintu Tol Karawaci 2 ini, maka waktu uji coba paket kebijakan penanganan kemacetan baik di Tol Janger (Jakarta-Tangerang) maupun Tol Jagorawi (Cibubur-Jakarta) secara keseluruhan diperpanjang sampai 11 Mei 2018.

“Sementara pada pertengahan Mei 2018, diharapkan implementasi sepenuhnya kebijakan ini telah dapat dilakukan,” tuturnya.

Seperti diketahui, Paket Kebijakan untuk tuas Tol Jakarta-Tangerang terdiri dari pertama pemberlakukan skema ganjil genap untuk kendaraan pribadi pada pintu tol yang mengarah ke Jakarta yaitu Kunciran 2, Tangerang 2, Karawaci 2 dan Karawaci 4; kedua pembatasan kendaraan berat angkutan barang golongan III, IV dan IV di ruas Cikupa -Tomang dan sebaliknya (2 arah) serta ketiga pemberlakukan Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU) di ruas Tangerang Kebon Jeruk.

Untuk paket kebijakan di Tol Jagorawi (Cibubur-Jakarta) hanya meliputi pemberlakuan skema ganjil genap di Pintu Tol Cibubur 2 serta pemberlakuan Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU) mulai Bogor hingga Pasar Rebo. Semua paket kebijakan tersebut berlaku pada hari Senin s/d Jumat pukul 06.00 s/d 09.00 WIB kecuali hari libur.

“Kebijakan ini untuk lebih memaksimalkan lalu lintas di ruas jalan tol Tangerang-Jakarta. Uji coba skema ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2 ataupun Tangerang 2 sudah memberikan dampak positif, namun kita ingin mendorong agar antrean semakin berkurang dan kecepatan bertambah,” tutur Bambang.

Menurutnya, selama uji coba dua pekan panjang atrean yang terjadi selama waktu pemberlakukan kebijakan di ruas tol Tangerang – Jakarta (Senin-Jumat pukul 06.00 09.00 WIB) berkurang hingga separuhnya.

“Data yang kami peroleh dari Jasa Marga menyebutkan panjang atrian kendaraan berkurang dari semula 18 km menjadi 8 km,” kata dia.

Lebih lanjut Bambang menyebutkan, hal yang lebih penting adalah penerapan skema ganjil genap untuk kendaraan pribadi ini merupakan bagian persiapan kebijakan pengaturan lalu lintas di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada masa pelaksanaan Asian Games.

Asian Games tinggal beberapa bulan lagi, salah satu permasalahan yang harus dipecahkan adalah masalah kemacetan.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Commitee) pada saat penyelenggaraan Asian Games waktu tempuh kendaraan para atlet dan official baik dari penginapan ke venue ataupun antarvenue maksimal 30 menit. Untuk itu diperlukan pengaturan lalu-lintas yang mau tidak mau akan lebih ketat bertumpu pada pengaturan kendaraan pribadi. Kebijakan ganjil genap saat ini bagian dari proses agar masyarakat nantinya siap mendukung kebijakan pengaturan lalu-lintas pada masa pelaksanaan Asian Games,” pungkas Bambang. (omy)

loading...