Angkasa Pura 2

Alhamdulillah, Erupsi Gunung Agung Tak Berpengaruh pada Penerbangan di Bali

Bandara KokpitSelasa, 1 Mei 2018
images-35

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Alhamdulillah meski terjadi erupsi Gunung Agung di Bali pada Senin (30/4/2018) pukul 22:45 WITA namun tidak berdampak pada jalur dan operasional penerbangan di Pulau Bali serta pulau Lombok dan sekitarnya.

Kondisi tersebut merujuk pada pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Astham VAWR 5298 yang dikeluarkan AirNav Indonesia hari ini pukul 11.15 WITA.

“Namun, segenap personel penerbangan, terutama pilot dan ATC harus terus meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi aktif dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta PVMBG  untuk mendapatkan info lebih lanjut, sehingga bisa membuat perencanaan dan mengoperasikan penerbangan dengan tingkat keselamatan yang tinggi di area tersebut,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, Selasa (1/5/2018).

Dari laporan yang diterima hingga pagi tadi, berdasarkan pantauan langsung di lapangan maupun menggunakan radar Himawari-8 Volcanic Ash Advisory Centres (VAAC ) Darwin, tidak ada sebaran abu vulkanik di jalur penerbangan (airways) di Bali, Lombok dan sekitarnya.

Vulcano Observation Notice for Aviation (VONA) Gunung Agung juga masih oranye. Jadi operasional penerbangan di Bali, Lombok, Ujung Pandang (Makassar) dan Banyuwangi masih berjalan dengan normal dan tidak ada pengalihan rute penerbangan.

Semua kata Agus, tetap harus waspada karena menurut PVMBG, Gunung Agung yang saat ini masih dalam tahap Siaga 3 dan ada kemungkinan untuk erupsi lagi.

“Kalau nanti terjadi lagi erupsi yang lebih buruk dan berdampak pada penerbangan, saya instruksikan semua personel penerbangan tetap taat pada standar prosedur operasi. Kalau tidak mungkin atau masih ragu-ragu jangan memaksakan untuk terbang. Bagaimanapun keselamatan penerbangan adalah hal yang utama,” tegasnya.

Untuk itu, Agus juga meminta masyarakat dan penumpang kerja sama yang baik sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Erupsi Gunung Api merupakan bencana alam yang tidak bisa kita prediksi. Yang bisa kita lakukan adalah mengakrabi alam sehingga tidak mengganggu kelangsungan aktivitas kita. Saya mohon masyarakat dan penumpang juga memaklumi jika nanti ada delay kalau erupsinya mengganggu penerbangan. Namun untuk saat ini saya tegaskan lagi masih tidak mengganggu sehingga penerbangan dari dan ke Bali masih normal,” tutur Agus. (omy)

loading...