Angkasa Pura 2

Jelang Lebaran, Ditjen Hubdat Ajak semua Pihak Turun Lapangan Untuk Pastikan Bus Laik Jalan

Koridor OtomotifKamis, 3 Mei 2018
IMG-20180503-WA0050

BEKASI (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi menyatakan, pihaknya sudah berkirim surat ke Korlantas Polri, Kepala BPTD, Pemda, Dishub seluruh Indonesia untuk bersama-sama melakukan ramp ceck atau pemeriksaaan kelaikan kendaraan menjelang arus mudik Lebaran 2018.

“Kita sudah berkirim surat e mereka. Intinya minta untuk bersama-sama tim Kementerian Perhubungan Cp. Ditjn Hubdat melakukan ranmp ceck untuk memastikan seluruh armada yang akan dioperasikan untuk angkutan Lebaran laik jalan dan siap dioperasian.” kata Dirjen Budi Setiyadi disela-sela Peresmian Geung Utama BPLJSKB di Bekasi, Kamis (3/5/2018).

Target kita, lanjut Dirjen Hubdat, sebanyak 49.000 kendaraan bus AKAP/ AKDP selesai diperiksa dan dipastikan mereka siap melayani arus mudik Lebaran 2018. “saat arus mudik tiba, semua bus dipastikan laik jalan,” sebut Dirjen Budi.

Pemerintah sebagai pembina dan regulator, menurut Dirjen yang didampingi Direktur Pembinaan Keselamatan Transportasi Darat Ahmad Yani, harus tetap hadir dan memastian seluruh aamada angkutan umum menjelang Lebaran 2018 siap dan laik jalan.

“Tim Ditjen Hubdat dibantu petugas di daerah baik Dishub, BPTD dan lainnya sudah turun ke lapangan melakukan pemeriksaan kelaikan armada bus AKAP/ AKDP menjelang Lebaran nanti,” kata Ahmad Yani menambahkan.

Pastikan Bus Laik Jalan

Target sekitar 49.000 unit bus itu sesuai yang dilaporkan DPP rganda mereka siap melayani angkutan mudik Lebaran mendatang. “Untuk menghindaru hal-hal tak diingnkan, mereka akan diperiksa guna memastikan kelaikan jalannya. Jika sudah lulus, akan diberikan stiker lolos uji,” jelas Yani menjawab BeritaTrans.com.

Bukan hanya itu, papar dia, nanti menjelang berangkat membawa pemudik Lebaran, akan dicek kembali. Apa benar sudah diakukan uji kalikan, ada stikerya belum dan sebagainya.

“Pemeriksaan berlapis tu dimaksudakn agar semua armada angkutan Lebaran baik, laik jalan dan dioperasikan dengan baik,” kilah Yani.

Alumni STTD itu menambahkan, yang menjadi fokus pemeriksaan petugas Ditjen Hubdat adalah bus-bus pariwisata selain bus AKAP/ AKDP. “Selama ini, kelaikan bus-bus pariwisata sulit terlacak. Mereka tak berangkat dari terminal dan tak harus masuk terminal. Akibatnya, petugas di lapangan juga sulit mengontrol mereka,” papar Yani.

Fakta di lapangan, tambah dia, banyak kasus kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi justru dialami bus pariwisata. “oleh karena itu, petugas Ditjen Hubdat akan turun ke lapangan bahkan sampai pool bus pariwisata di daerah guna memastikan mereka laik jalan dan siap layani arus mudik,” tegas Yani.(helmi)