Angkasa Pura 2

Jembatan Kali Bojo-Kali Kriyo Sepanjang 1.500 Meter, Terpanjang di Ruas JMSB

KoridorThursday, 3 May 2018

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Proyek Tol PT Jasa Marga Semarang-Batang (JMSB), sepanjang 75 KM melewati 49 jembatan besar dan kecil. Yang paling panjang adalah Jembatan Kali Bojo-Kali Kriyo, di daerah Batang, tepatnya di sebelah utara jalan pantura yang ada sekarang.

“Jembatan itu membentang sepanjang 1.500 meter, atau yang terpanjang di wilayah kerja JMSB. Saat ini, masih di kerjakan tapi pada H-10 semua pekerjaan akan dihentikan sementara dan H-7 sampai H+7 Lebaran siap dilalui arus mudik,” kata GM Keuangan PT JMSB Nana Sumarsana dalam perbincangan dengan Tim Survey Jalur Mudik di Pantura Balitbanghub di Semarang, Rabu (2/5/2018).

Kini, proyek fisik pembangunan masih dalam proses dan pihak kontraktor bekerja 24 jam sehari untuk mengejar target. “Kita bersama-sama kontraktor baik jalan atau jembatan sudah komit, sampai H-10 semua pekerjaan akan dihentikan dulu. Jalan sepanjang 75 KM di JMSB siap difungsikan sebagai jalur mudik Lebaran 2018,”jelas Nana didampingi koleganya Prapti itu.

Menurut Prapti, di titik Kali Bojo tersebut, sebelumnya akan diurug seperti ruas jalan lainnya. Tapi, pengalaman musim hujan tahun lalu debit air besar dan kuat arusnya. Jadi, kurang efisien jika tetap diurug, selain membutuhkan material tanah dan bahan bangunan yang juga mahal.

“Kini dibangun jembatan dengan tiang pancang cukup banyak. Proyek fisik di lapangan tinggal pasang blok dan girder serta menyambungkan dengan jalan tol di sisi kanan dan kirinya,” jelas Prapti.

Pindahkan 1.300 Kuburan

Selain itu, ada beberapa titik krusial tertutama di daerah Kendal. Ada beberapa titik yang proses pembebasan tanahnya baru selesai pekan lalu. “Mereka itu antara lain di Brangsong, dan Klampisan,” kata dia.

“Daerah tersebut berbetasan dengan tanah warga yang sebelumnya bermasalah. Ada pula kompleks tempat pemakaman umum (TPU) warga setempat. Sedikitnya ada sekitar 1.300 kuburan yang ada keluarganya serta harus dipindahkan sehingga prosesnya relatif lebih lama,” papar Prapti.

Baik Nana atau Prapti sepakat, jalan tol di daerah Kendal, akan siap difungsikan sebagau jalur mudik Lebaran 2018. “Dalam tempo sebulan ke depan, jika ada titik krusial yang terpaksa belum selesai, akan dibuatkan jalan darurat. Demgan begitu, para pemudik tetap bisa melaju di ruas jalan tol fungsional,” tandas Prapti.(helmi)