Angkasa Pura 2

Mudik Lebaran Lewat Tol Semarang – Surabaya, Waspadai Titik-Titik Rawan Ini

Koridor LitbangKamis, 3 Mei 2018
IMG_20180501_165654

SURABAYA (beritatrans.com) – Pemerintah sudah memasang target tol Semarang – Surabaya sepanjang 336,13 km dapat dimanfaatkan untuk angkutan Lebaran 1439 H/2018. Mengejar target tersebut, pembangunan ruas jalan tol ini dikebut. Dikerjakan non setop 24 jam 7 hari dengan 3 kali pembagian waktu kerja (shift).

Berdasarkan hasil monitoring dari tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Darat dan Perkeretaapian Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan yang dilakukan sejak hari Senin lalu (30/4/2018), terdapat beberapa titik rawan yang harus diwaspadai, baik oleh penyelenggara jalan tol maupun masyarakat yang hendak mudik nanti.

IMG_20180502_162632

“Masih ada beberapa ruas jalan tol Semarang – Surabaya yang pembangunannya belum selesai sehingga perlu kewaspadaan tinggi untuk melewatinya. Sehingga perjalanan berlebaran menjadi selamat dan aman,” kata Kepala Bidang Program dan Evaluasi Puslitbang Transportasi Darat dan Perkeretaapian yang sekaligus Ketua Tim Monitoring Kesiapan Jalan Tol Semarang – Surabaya, Arif Anwar, di Surabaya, Kamis (3/5/2018).

Tol Semarang – Surabaya terbagi menjadi 5 segmen yaitu Semarang – Solo sepanjang 72,64 km, Solo – Ngawi (90,25 km), Ngawi – Kertosono (86,51 km), Kertosono – Mojokerto (40,50 km), dan Mojokerto – Surabaya (36,47 km).

IMG_20180502_123201

Pada segmen Semarang – Solo, mulai tol Jatingaleh, Krapyak hingga Salatiga sepanjang sekitar 42,64 km sudah operasional, sehingga nyaman untuk dilewati.

“Disepanjang jalan tol ini fasilitasnya sudah relatif bagus, baik rambu-rambu maupun ketersediaan rest area beserta fasilitasnya,” kata Anwar.

Menurut Arif, di jalur ini yang perlu diwaspadai oleh petugas adalah rest area di KM 22 yang selama ini menjadi tempat yang paling disukai masyarakat untuk beristirahat. Kemudian di gerbang pintu keluar tol Salatiga.

IMG_20180501_093135

“Gerbang keluar tol Salatiga sering dijadikan tempat memotret dan swafoto karena pemandangan latar belakangnya cukup indah,” tutur Arif.

Jalur yang harus diwaspadai baik oleh petugas maupun pengguna adalah tol Salatiga – Kartasura. Jalan tol dengan panjang sekitar 30 km ini dapat dikatakan paling rawan dibandingkan dengan yang lainnya. Pasalnya hingga saat ini progres pembangunan jalan tol ini baru sekitar 63%. Selain itu banyak titik rawan seperti perlintasan sebidang dengan jalan lokal/desa dan pembangunan jembatan, overpass/underpass yang belum selesai. Rest area juga masih belum dibangun.

IMG_20180501_153456

“Di jalan tol yang rencananya akan difungsionalisasikan selama angkutan lebaran ini ada 10 perlintasan sebidang dengan jalan lokal/desa dan 12 jembatan, termasuk jembatan Kenteng sepanjang 490 meter dengan ketinggian sekitar 40 meter. Jembatan Kenteng titik paling krusial di jalur tol ini,” ujar Arif.

Kemudian di segmen Solo – Ngawi sepanjang 90,25 km yang perlu diwaspadai adalah seksi Sragen – Ngawi. Jalan tol sepanjang 55,05 km ini pada saat lebaran nanti statusnya masih akan difungsionalisasikan. Meskipun demikian, di jalur ini tidak terlalu riskan seperti jalur tol Salatiga – Kartasura.

“Hanya belum ada fasilitas rest area dan masih banyak perlintasan sebidang dengan jalan lokal/desa,” jelasnya.

Sedangkan rute sebelumnya, yakni Kartasura – Sragen sepanjang 35,20 km sudah berstatus operasional. Dengan demikian fasilitas standarnya relatif sudah lebih baik.

IMG_20180502_123314

Adapun yang perlu diwaspadai di segmen Ngawi – Kertosono yang memiliki panjang 86,51 km adalah antara Nganjuk (Wilangan) – Kertosono sepanjang 38,56 km. Jalan tol ini pun nanti masih berstatus fungsional. Titik rawannya ada pada dua jembatan yang masih belum tersambung, yaitu Jembatan Kedung Suko dan Jembatan Kali Besuki. Selain itu ada dua jembatan lagi yang belum bisa dibangun karena lahan di bawahnya belum berhasil dibebaskan.

Segmen Kertosono – Mojokerto sepanjang 40,50 km sudah operasional. Jalan tol yang dioperasikan oleh PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI), anak usaha PT Astra Internasional ini sudah tersambung dengan jalan tol Mojokerto – Surabaya (Waru) yang memiliki panjang 36,47 km.

Segmen Kertosono – Mojokerto ini belum tersambung dengan jalan tol Ngawi – Kertosono karena di bagian barat jalan tol ini yang berbatasan antara Wilangan (Nganjuk) dengan Kertosono masih terpisah oleh Kali Besuki.

IMG_20180501_140534

“Dengan sisa waktu yang masih sekitar satu setengah bulan lagi ke masa angkutan lebaran dan setelah mendengar paparan masing-masing kontraktor, saya masih optimistis jalan tol Semarang – Surabaya dapat dimanfaatkan untuk arus mudik dan balik Lebaran 1439 H/2018.

Sebagai informasi, Tim Monitoring Kesiapan Jalan Tol Semarang – Surabaya Badan Litbang berjumlah 8 orang. Terdiri dari Arif Anwar selaku ketua tim dengan anggota I Ketut Mudana, Buni Lukito, Hartono, Budi Aji, Yok Suprobo, dan Darmaningtiyas dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), serta Aliyudin Sofyan dari beritatrans.com dan aksi.id. (aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari