Angkasa Pura 2

Menhub Minta BPSDMP dan Kampus Transportasi di Indonesia Menjadi Sekolah Berkelas Dunia

SDMJumat, 4 Mei 2018
IMG-20180504-WA0017

CURUG (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi meminta jajaran  Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPDSMP) dan sekolah-sekolah transportasi di Indonesia untuk meningkatkan kualitas diklat dan lulusan diklat yang dihasilkan.

“Kita dorong sekolah-sekolah transportasi BPSDMP Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadi sekolah unggulan. Para perwira yang dihasilkan menguasai ilmu secara teknis  dan didukung penguasaan  Bahasa Inggris yang bagus,” kata Menhub Budi Karya Sumadi usai membuka   di kampus STPI Curug, Jumat (4/5/2018).

Oleh karena itu, Menhub Budi Karya  sangat mendukung dan mengapresiasi  pelaksanaan ITEO 2018. ITEO merupakan mementum  yang baik untuk menguji dan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris para taruna.

Untuk mendukung terwujudnya kualitas  diklat transportasi  BPSDMP, maka muatan kurikulum  pengajaran Bahasa Inggris harus diperkuat. Dengan begitu, maka  lulusan sekolah transportasi yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Menhub Budi Karya  minta agar pendidikan Bahasa Inggris diperkuat. Mereka menguasai ilmu teknis dan Bahasa Inggris yang kuat. “Saat mereka lulus nanti, bisa bersaing di pasar global dan memiliki confidance yang kuat,” kata Menhub lagi.

Oleh karena itu, Menhub  Budi Karya meminta Kepala BPSDMP dan jajarannya menyelenggarakan proses diklat di kelas dan percakapan di dalam kampus menggunakan Bahasa Inggris.

“Untuk memperkuat penguasaan  Bahasa Inggris dan karakter yang baik harus dilatih dan dibiasakan. Oleh karena itu, seluruh proses diklat di kampus harus menggunakab Bahasa Inggris,” papar Menhub di dampingi  Kepala BPSDMP Umiyatun Hayati Triastuti itu lagi.

Ke depan, seluruh proses belajar mengajar bahkan percakapan dalam pergaulan sehari-hari taruna menggunakan Bahasa Inggris. Mereka harus dibiasakan berbahasa Inggris dengan baik sejak taruna.

Tertinggal dari Filiphina

Menurut Menhub,  Indonesia kalah dibandingkan Filiphina. Saat ini Filiphina memiliki 4 juta pelaut yang bekerja di luar negeri. Selain itu, mereka juga menguasai Bahasa Inggris yang bagus, dibandingkan rata-rata pelaut Indonesia.

“Indonesia melalui BPSDMP harus bisa mengejar ketertinggalan itu. Perwira pelaut Indonesia harus lebih baik dan mengauasai Bahasa Inggris yang bagus,” harap Menhub didampingi Ketua STPU Capt. Novyanto Widadi.

Di matra udara, tambah  Menhub,  para perwira khususnya pilot harus menguasai Bahasa Inggris yang cukup.  Bahasa Inggris menjadi kunci untuk memenangkan persaingan kerja di masa mendatang.

“Saat lulus dan masuk dunia kerja, mereka tidak canggung. Selain menguasai ilmu teknis, juga didukung kemampuan Bahasa Inggris yang memadahi,” tandas Menhub.(helmi)