Angkasa Pura 2

Rakernas I, IAC akan Jembatani Kesenjangan Lembaga Diklat dengan Dunia Industri

Kokpit SDMJumat, 4 Mei 2018
IMG-20180505-WA0001

IMG-20180505-WA0003

CURUG (BeritaTrans.com) – Ikatan Alumni Curug (AIC) atau alumni STPI Curug mencoba menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan atau lemnbaga diklat dengan industri atau dunia kerja.

“Konsep Link and match ini harus terus diperjuangan dan perlu dialog dan mempertemukan kedua belah pihak agar bisa dicapai sinergi yang baik dan optimal,” kata Ketua Umum IAC, Salahudin Rafi dalam laporan pembukaan Rakernas IAC di Kampus STPI Curug, Jumat (4/5/2018).

Saat ini, lanjut dia, yang mendaftar dan tercatat sebagai anggota IAC sebanyak 1.910 orang. Mereka tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan di luar negeri. “Profesi mereka juga beragam, sesuai desiplin ilmu yang mereka pelajari di STPI,” kara rafi, sapaan akrab dia.

Saat ini, banyak sinyalemen alumni sekolah kedinasan seperti STPI yang belum bekerja. Termasuk pilot, meski diakui tak semua alini STPI Curug dan bukan anggota IAC. “Masalah ini perlu segera diatasi, karena sekolah kedinasan dibayai dengan dana APBN. angan sampai merugikan keuangan negara,” jelas Rafi.

Sebagai bagian dari pengabdian dan upaya memajukan almamater STPI, papar Rafi, anggota IAC komit untuk saling membantu penyerapan para lulusan yang dihasilkan.

“Untuk itu, perlu penyesuaian antara kebutuhan dunia kerja dengan kurikulum yang meski diajarkan di kampus. Untuk mengetahui semua itu, perlu dialog apa kebutuhan SDM di industri dan bagaimana seharusnya lembaga diklat mendidik dan menyiapkan SDM peserta didik selama belajar di kampus,” papar Rafi.

IMG-20180505-WA0004

Banyak Membutuhan SDM Penerbangan

Dari hasil kunjungan ke berbagai bandara di Tanah Air dan dialog dengan para pimpinan atau GM Bandara, menurut Rafi, mereka masih membutuhkan banyak SDM penerbangan seperti di bandara, Airnav, PKPPK, Avsec dan lainya.

“Masalahnya sekarang, bagaimana menyiapkan SDM yang baik sesuai kebutuhan industri? Rakernas IAC tahun 2018 ini akan menjoba melakukan profiling alumni, memetapan apa kebutuhan industri sekaligus menyiapkan apa kurikulum yang tepat untuk memenuhikebutuahn tersebut,” terang Rafi.

Berbagai masalah itulah yang akan dibahas dan disusun bersama dalam Rakernas IAC. Sebelumnya, digelar talk shpw dengan menghadirkan para pelaku usaha, terutama daeri anggota IAC yang kini tersebar di berbagai prifesi di Tanah air.

rakernas IIaC diikuti ratusan anggota, yamg datamng dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, banyak anggota IAC sudah menduduki jabatan penting di industri, BUMN dan Pemerintahan. “Kisah sukses mereka itu yang perlu dikembanglan pada para juniornyam termasuk taruna sTPI,” tandas Rafi.(helmi)