Angkasa Pura 2

Direktur KPLP: Kapal Patroli Berperan Penting Bagi Keselamatan Pelayaran

DermagaSenin, 7 Mei 2018
IMG-20180507-WA0002

JAKARTA (beritatrans.com) – Kapal-kapal patroli Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim.

Demikian disampaikan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Hubla Ir. Junaidi, MM., saat membuka bimbingan teknis tata cara pemeliharaan kapal patroli untuk para awak kapal patroli di Jakarta, Senin (7/5/2018).

IMG-20180507-WA0003

Junaidi mengatakan, sebagai wujud nyata dari amanat Undang Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, serta untuk mewujudkan program strategis Kementerian Perhubungan yaitu Menuju Zero to accident, Direktorat KPLP memiliki tugas dan bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap pemenuhan persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran menyangkut angkutan di perairan, kepelabuhan dan lingkungan maritim.

“Dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut, keberadaan kapal patroli memegang peranan sangat penting karena menyangkut pelaksanaan tugas secara keseluruhan dari KPLP yaitu terselenggaranya keselamatan pelayaran terhadap transportasi laut yang aman dan nyaman,” kata Junaidi.

Menurut Junaidi, saat ini jumlah existing kapal patroli KPLP saat sekitar 395 unit yang terdiri dari: Kapal Patroli KPLP Kelas I (7 unit); Kapal Patroli KPLP Kelas II (15 unit); Kapal Patroli KPLP Kelas III (59 unit); Kapal Patroli KPLP Kelas IV (69 unit); dan Kapal Patroli KPLP Kelas V (245 unit).

IMG-20180507-WA0004

Junaidi menjelaskan, untuk mengoperasionalkan kapal patroli tersebut di atas, diperlukan awak kapal patroli KPLP yang memiliki pengetahuan berbasis kompetensi sesuai bidang tugasnya. Sebab awak Kapal Patroli merupakan ujung tombak dalam hal penanganan permasalahan di lapangan dalam hal keselamatan pelayaran.

“Untuk itu, kami berharap kiranya momentum bimbingan teknis tata cara pemeliharaan kapal patroli ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta. Kepada Narasumber dan instruktur kami berharap dapat memberikan semua ilmunya guna terciptanya awak kapal patroli yang andal dan berdaya guna sesuai tuntutan pekerjaan yang ditekuninya,” ujar Junaidi.

IMG-20180507-WA0006

Ketua Panitia Bimtek Sri Rejeki Budi Rahayu mengatakan, pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis tata cara pemeliharaan kapal patroli diselenggarakan berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja Peningkatan Fungsi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Tahun Anggaran 2018 Nomor: SP DIPA-022.04.1.439180/2018 tanggal 5 Desember 2017.

“Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran nomor: 33/SK/KPA/PFKPLP/IV/2018 tanggal 30 April 2018 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggara dan Pemberian Honorarium Narasumber Bimbingan Teknis Tata Cara Pemeliharaan Kapal Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Tahun Anggaran 2018,” kata Sri Rejeki.

Adapun maksud diselenggarakannya bimbingan teknis ini adalah memberikan bekal dan pengetahuan kepada awak kapal patroli KPLP Kelas V bagian mesin yang mengawaki kapal dengan mesin bermerk Yamaha, Mercury dan Evinrude.

“Sedangkan tujuannya adalah agar dalam pemberian materi kepada peserta, dapat lebih focus dan lebih tepat sasaran guna tercapainya hasil yang lebih maksimal,” kata Sri Rejeki yang juga Kasubdit Sarana dan Prasarana Direktorat KPLP ini.

IMG-20180507-WA0007

Menurut Sri Rejeki, peserta yang mengikuti bimbingan teknis ini sebanyak 45 orang yang terdiri dari pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Hubla yang bertugas di atas kapal patroli Kelas V di bagian mesin.

“Bimbingan teknis ini akan dilaksanakan selama 6 hari yang dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kegiatan teori dan praktik.

“Kegiatan praktik dilaksanakan di tempat workshop masing-masing jenis mesin, yaitu mesin Yamaha di Menteng, mesin Mercury di Sunter, dan mesin Evinrude di Harmony,” tuturnya.

Adapun narasumbernya adalah para ahli dari Ditjen Hubla bidang permesinan dan dibantu oleh tenaga teknis Subdit teknis terkait. “Sedangkan pembahas di lapangan berasal dari tenaga expert dari jenis masing masing mesin Kapal,” ujarnya. (aliy)

Foto: Humas Ditjen Hubla/Indi Astono