Angkasa Pura 2

Mudik Lebaran 2018, Polri Akan Lakukan Rekayasa Lalin Secara Situasional

Aksi Polisi KoridorSelasa, 8 Mei 2018
IMG-20180508-WA0020

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, pihaknya akan memberlakuan kebijakan yang dinamis dan situasional selama arus mudik dan balik Lebaan 2018 mendatang. Arus lalu lintas (lalin) akan dikelola secara optimal, agar bisa tetap berjalan dengan baik.

“Jika ruas tol padat cenderung macet, akan dikeluarkan di pintu tol sebelumnya. Demikian juga jika ruas arteri macet, bisa dialihkan ke jalan tol atau melalui ruas jalan alternatif,” kata Irjen Pol Royke menjawab beritaTrans.com di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya jalan tol dari Jakarta sampai Tegal (Exit tol Adiwerna) sudah operasional. Tapi, selanjutnya dari Sewaka, sampai Krapyak Kota Semarang masih tol fungsional. “Oleh karena tu, pemudik harus tetap hati-hati dan waspada. Jangan memacu kendaraan erlalu tinggi,” pesan Royke.

Korlantas Polri akan melakukan rekayasa lalu lintas jika sampai terjadi kepadatan lalu lintas. “Nanti akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika pada, akan dilakukan rekayasa seperlunya Paling tidak, kendaraan dikeluarkan di pintu tol sebelumnya,” jelas Royke.

Idealnya, menurut Royke, jalan tol termasuk fungsional bisa beroperasi selama 24 jam. Tapi, jika masih belum memenuhi syarat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan bisa saja ditutup di malam hari. “Kalau situasi kurang memungkinkan, tol fungsional akan ditutup dari jam 17.00. Jika masih aman dan selamat, jalan terus sampai 24 jam sehari,” kilah Royke.

524 KM Tol Operasional

Data Kementerian PUPR menyebutkan, ruas jalan tol Jakarta hingga Surabaya, jalan tol yang operasional sepanjang 524 km dan fungsional sepanjang 234 km. Jalan Tol Jakarta hingga Pemalang (324,55 km) sudah beroperasi, Pemalang–Semarang (108,2 km) bisa dilalui fungsional, di mana pada ruas ini terdapat Jembatan Kali Kuto yang ditargetkan selesai H-7.

Selanjutnya ruas Semarang-Salatiga (40,40 km) statusnya sudah operasional, Salatiga-Solo (32,54 km) fungsional, Solo-Sragen (35,2 km) sudah siap diresmikan dan ruas Sragen-Ngawi (55,05 km) fungsional.

Selanjutnya, untuk Tol Ngawi Kertosono ruas Ngawi-Wilangan (47,95 km) sudah diresmikan 29 Maret 2018 lalu oleh Presiden Joko Widodo. Sementara Wilangan-Kertosono (38,56 km) bisa digunakan fungsional.(helmi)

loading...