Angkasa Pura 2

Perangi ODOL, Kendaraan yang Kelebihan Muatan akan Diturunkan

Aksi Polisi KoridorSabtu, 12 Mei 2018
images-4

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kemenerian Perhubungan (Kemenhub)  akan melakukan penindakan dengan cara menurunkan barang pada kendaraan yang kelebihannya mencapai 100%.  Perang terhadap overdimensi dan overload (ODOL) akan dituntaskan tahun 2018.

“Hasil evaluasi sebelumnya, Kemenhub menemukan bahwa truk yang overload dengan 100% kelebihan muatan ada 25%, misalnya dari 100 kendaraan maka terdapat 25 kendaraan yang kelebihan muatan 100%,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi di Jakarta, Sabtu (12/5/2018).

Kemenhub, lanjut dia, khususnya Ditjen Hubdat, tak tanggung- tanggung dalam memberantas pungli ini. Tidak hanya meminimalisir kemungkinan pungli di JT, di terminal tipe A juga sudah dipasang beberapa CCTV sehingga apapun yang dilakukan petugas dapat langsung terpantau.

Beberapa waktu lalu, menurut Dirjen Budi,  Kemenhub telah melantik 100 Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan mereka akan ditarget untuk melakukan tindakan penyidikan terhadap kendaraan yang over dimensi.

“Jadi nanti dari hasil penyidikan mereka, denda ini juga dapat dikenakan tilang terhadap karoseri atau kepada pengusahanya,” jelas Dirjen Budi.

Daerah Rawan Pungli

Berdasarkan laporan pengemudi truk, diketahui bahwa terdapat pungli di sepanjang Lampung- Palembang- jalur lintas timur Sumatera, sebagian di Jakarta, dan ada juga di jalur jalan di Jawa.

Dirjen Budi juga mengapresiasi laporan yang disampaikan pengemudi truk, “Secara umum mereka ingin memperbaiki profesi pengemudi sehingga semakin baik. Mereka juga ingin dianggap sebagai penggerak logistik nasional, cara berpikir yang sangat bagus,” tukas Dirjen Hubdat lagi.

Dalam waktu dekat, Kemenhub akan mengundang tim saber pungli, intel dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan pengawasan dan penindakan kepada oknum yang melakukan pungli.

“Saya juga minta peran serta pengusaha dan pengemudinya melalui Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Asosisi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) untuk menaati peraturan sehingga tidak menjadi lahan pungli bagi oknum,” tandasnya. (helmi)

Foto: dok, ilustrasi

 

loading...