Angkasa Pura 2

Bappenas, Kemampuan Belanja Delegasi Asing Asian Games Capai Rp3,6 Triliun

IMG-20180510-WA0016

JAKARTA (BeritaTrans.com) Р Pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang tahun 2018 membuka peluang untuk menggerakan ekonomi domestik dan sektor riil yang berdampak secara multisektoral. Event olahraga itu setidaknya bakal diikuti 45.000 atlet dan ofisial dari 45 negara.

“Itulah sebabnya, sinergi lintas kementerian/lembaga pun secara intens dilakukan. Khususnya, terkait aktivitas yang berhubungan dengan promosi Asian Games,” kata¬†Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Hal itu dilakukan tak lain dengan harapan gaung Asian Games 2018 kian terdengar nyaring. Sehingga, jumlah kunjungan para pendukung dari kontingen mancanegara pun menjadi semakin besar. Dan demi menguatkan branding, program khusus disiapkan penyelenggara Asian Games 2018.

“Asian Games sangat penting bagi Indonesia. Sebab, ada banyak keuntungan yang didapat. Untuk itu, promosi gencar menjadi sebuah keharusan,” tutur Menpar Arif Yahya dalam siaran pers yang diterima BeritaTrans.com.

Mengacu data dari Bappenas, kemampuan belanja delegasi asing diperkirakan mencapai angka Rp3,6 triliun. Menjadi venue utama, perputaran kas di Jakarta mencapai 70 persen dari jumlah tersebut. Sisanya, berputar di Palembang.

Jadi memang, tak bisa dipungkiri, momentum akbar seperti Asian Games memiliki dampak positif luar yang biasa. Karena, bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung, dengan potensi angka perputaran uangnya juga besar.

Terkait itu, destinasi pariwisata, terutama di Jakarta dan Palembang, harus bersiap memberikan atraksi terbaik. Sebab, porsi spending delegasi asing terbesar berasal dari wisatawan atau supporter mancanegara negara peserta.

Menyumbang Inkam

Jumlah pembiayaan mereka diperkirakan mencapai 88 persen. Di mana Atlet diprediksi menyumbang inkam 4,6 persen, media sebanyak 3,96, lalu 2,34 persen dikeluarkan untuk official.

Dari spending peserta tersebut, amenitas diperkirakan akan mendapatkan porsi terbesar. Akomodasi berpotensi mendulang pendapatan Rp1,3 triliun, sedangkan transportasi mencapai Rp640 miliar.(helmi)