Angkasa Pura 2

Terkait Transfer Ilegal Saham Miliknya, APT Segera Tempuh Jalur Hukum

IMG-20180514-WA0052

JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Transfer ilegal 32,32% saham PT Aryaputra Teguharta  (APT) yang saat ini berada di tangan pihak ketiga, diduga dilakukan oleh manajemen senior PT BFI Finance, Tbk. Mereka juga didukung oleh pihak ketiga, adalah sebuah lingkaran kejahatan (fraud ring).

“Oleh karena itu, Kami akan segera menempuh jalur hukum secara prosedural untuk meminta pertanggungjawaban hukum terhadap fraud ring ini,” ujar Pheo Hutabarat kuasa hukum APT kepada pers di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Dikatakan, saat ini sedang berlangsung proses negosiasi antara PT BFI Finance, Tbk. dan pemegang saham pengendalinya, untuk mengalihkan atau menjual saham PT BFI Finance, Tbk. di mana di dalamnya terdapat hak atas saham 32,32% milik PT APT.

Pheo menambahkan, phak APT juga akan meminta hak-haknya seperti deviden yang selama ini tak diterimanya, hak mengikti RUPAS dan lainnya. “Akumulasi deviden APT selama 15 tahun yang seharusnya diterima diperkirakan mencapai angkra Rp700 miliar lebih. Nanti semua akan dihitung dan harus diselesaikan sesuai koridor hukum yang berlaku,” jelas Pheo.

Untuk menghindari kerugian dan tuntutan hukum lebih lanjut, Pheo Hutabarat mengingatkan kepada pihak-pihak terkait, termasuk juga kepada investor, Otoritas Jasa Keuangan, juga instansi pemerintah lainnya dan pejabat yang berwenang.

“Mereka agar tidak melaksanakan atau memfasilitasi transaksi apapun, terkait dengan pengalihan saham-saham PT BFI Finance, Tbk. yang selain dapat merugikan PT APT, juga akan memiliki dampak hukum di kemudian hari bagi pihak terkait, tegas Pheo.(helmi)