Angkasa Pura 2

Kuliah Umum, Ahmad Yani Berharap Kampus PKTJ Tegal Menjadi Pusat Riset Keselamatan Jalan

Koridor SDMSenin, 14 Mei 2018
IMG-20180514-WA0032

IMG-20180514-WA0031

TEGAL (BeritaTrans.com) – Direktur Pembinaan Keselamatan (Dirbinkes), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Ahmad, ATD, MT bersama Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) mengunjungi Kampus PKTJ Tegal, Jawa Tengah, Senin (14/5/2018).

Dalam kesempatan ini, Dirbinkes dan MIROS mengunjungi Laboratorium Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) dan beberapa fasilitas diklat lain di PKTJ.

Selanjutnya, Ahmad yani memberikan kuliah umum mengenai keselamatan transportasi jalan yang dikuti taruna, civitas  academika dan dosen PKTJ Tegal.

Mengawali presentasinya, Ahmad Yani menyebutkan, 72% kasus kecelakaan tahun 2016 melibatkan sepeda motor. Sementara, jumlah kendaraan roda dua dalam peride yang sama juga naik cukup signifikan.

Selanjutnya, data kecelakaan berdasar status jalan tempat pejadian perkara kecelakaan, yang paling tinggi di jalan Kab/ Kota yaitu 36.225 kasus atau 36% tahun 2013. Urutan berikutnya jalan provinsi sebesar 29.971 kasus atau 29% dan serta 27.037 kasus atau 27% di jalan nasional.

Dikatakan, kecalakaan di jalan raya masih menjadi “mesin pembunuh” yang paling menakutkan.  Dan kasus itu mengakibatkan kemisknan struktural, karena korban kecelakaan rata-ata melibatkan orang-orang usia produktif antara 20-45 tahun.

Pusat Riset Keselamatan

Oleh karena itu, Dirbines Ahmad Yani meminta seluruh civitas academika PKTJ Tegal mampu meningkatkan peran dan fungsinya sebagai lembaga diklat yang peduli pada keselamatan transportasi.

“Jika mungkin, PKTJ bisa menjadi pusat riset keselamaan jalan ternama di Indonesia,” harap Yani.

Kampus PKJ dengan fasilitas dan infrastruktur, seperti Lab KB, Lab Keseamatan serta didukung SDM yang bagus bisa dibangun menjadi pusat riset keselamaan jalan di Tanah Air.

“Alangkah hebatnya jika kampus PKTJ bisa menjadi pusat riset serta rujukan mengenai keselamatan transporasi jalan di Indonesia,” papar Yani.

Dia menambahkan, kasus kecalakaan di jalan raya bukan kasus yang berdiri sendiri. Setiap kejadian biasanya ada kasus atau kejadian yang megawalinya.

“Yang cukup dominan, kasus kecelakaan serin diaai dengan pelanggaran lalu lintas itu sendiri. Inilah tugas kita bersama, termasuk dunia pendidikan untuk mendidik dan menyadarkan masyarakat untuk taat dan  peduli pada keselamatan lalu lintas,” sebut Yani.

Pada kesempatan kuliah umum di PKTJ itu, Ahmad Yani juga menyampaikan lima pilar keselamata transprasi jalan. Mereka meruakan komponen inti yang paling banyak mempengaruhi atau menjadi penyebab kecelakaan.

Oleh karenanya, menurut Yani, maka harus dikelola dengan manajemen yang baik dan terus ditingkatkan guna mencegah jatuhnya korban jiwa di jalan raya.

Mereka lima pilar peningkatakan keselamaan lalu lntas dan angkutan jalan (LLAJ) itu adalah, pertama menagement keselamatan yang baik. Kedua, keselamatan jalan, ketiga keselamatan kendaraan, keempat keselamatan pengguna jalan dan kelima atau terakhir penanganan paca kecelakaan.

Yang terakhir ini, tambah Yani, dikenal ada istilah golden time penanganan korban kecelakaan. Jika dalam waktu krusial itu korban bisa ditangani dengan baik dan benar, bisa  menekan bahkan menghilangkan korban kecelakaan di jalan raya.(helmi)