Angkasa Pura 2

Asian Games di Jakarta-Palembang Momentum Untuk Menata Transportasi Umum

Emplasemen KoridorSelasa, 15 Mei 2018
Djoko-  Orchard

JAKARTA (BeritaTrans.com) –  Perhelatan Asian Games XVIII atau Pesta Olah Raga Asia ke 18 kali ini diselenggarakan di Indonesia. Ada tiga provinsi yang menjadi lokasi penyelenggaraan Asian Games, yakni Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jawa Barat.

“Ini momentum yang baik untuk membangun dan menata transportasi umum yang vaik di Indonesia, khususnya Jakarta dan Palembang. Transportasi merupakan prasyarat lancarnya penyelenggaraan kegiatan itu,” kata Kepala Lab  Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dikatakan, ketika Olimpiade XXIX atau Pesta Olah Raga Dunia ke 29 di selenggarakan di Beijing (Tiongkok), telah memberikan contoh nyata keberhasilan menata transportasi kota. Kala itu kondisi transportasi Kota Beijing banyak masalah.

“Meski  tersedia jaringan MRT yang termasuk terpanjang di dunia dan ratusan jaringan bus dengan jumlah armada yang ribuan jumlahnya. Namun belum memberikan kenyamanan bertransportasi. Pasalnya keberadaan kendaraan pribadi yang tidak terkendali menyebabkan kemacetan dimana-mana. Polusi udara juga tinggi dampak dari asap knalpot kendaraan bermotor,” kata Djoko lagi.

Adanya penyelenggaraan Olimpiade XXIX, menurut Djoko, Pemerintah Kota Beijing memberlakukan kebijakan pelat nomor kendaraan ganjil genap untuk menahan laju kendaraan pribadi di jalan raya.

“Aturan ganjil genap yang dilakukan tidak seperti di Jakarta dan Jabodetabek. Kendaraan pribadi yang diijinkan lewat adalah angka terakhir plat nomor kendaraan dijumlahkan 10 baik untuk angka genap maupun ganjil,” jelas Djoko saat diskusi mengenai perhelatan Asian Games, Selasa siang.

Misalnya, papar dia, untuk hari Senin berlaku nomor plat kendaraan ganjil 9 dan 1. Hari Selasa berlaku nomor genap, yaitu 8 dan 2. Hari Rabu berlaku nomor ganjil, yaitu 7 dan 3. Hari Kamis, berlaku nomor genap, yakni 6 dan 4. Hari Jumat berlaku nomor 5 dan 0. sedangkan hari Sabtu dan Minggu tidak berlaku kebijakan ganjil genap.

Selama penyelenggaraan Olimpiade XXIX, jisah Djoko, arus lalu lintas terasa lebih lancar, titik-titik kemacetan berkurang, udara terasa lebih nyaman. Selain itu menggunakan transportasi umum tarifnya murah.

“Menggunakan kereta membayar 2 Yuan (Rp 4 ribu) dan bus 1 Yuan (Rp 2 ribu). Tarif parkir melambung tinggi, kisaran 20-40 kali tarif transportasi umum. Lahan parkir dikurangi. Sepeda motor dilarang digunakan kecuali antara jam 24.00-06.00,” sebut dia.

Dia menambahkan, sepeda listrik yang diijinkan beroperasi tanpa batasan waktu dan diberikan jalur terpisah dengan kendaraan bermotor. Dengan sendirinya terjadi penghematan energi di Kota Beijing. Semua jaringan jalan ada disediakan fasilitas trotoar yang nyaman dan disediakan jalur bagi kendaraan tidak bermotor (sepeda dan sepeda listrik).

Usai Olimpiade, Pemerintah Kota Beijing akan mengakhiri kebijakan ganjil genap. Namun, masyarakat sudah terlanjur dalam satu bulan merasakan manfaatnya, sehingga meminta kebijakan itu untuk dilanjutkan, tidak hanya saat Olimpiade XXIX berlangsung.

“Hingga kini kebijakan itu masih tetap berlangsung dengan dilengkapi aturan setiap tiga bulan sekali dirotasi. Kisah sukses ini bisa ditiru khususnya di Kota Jakarta dan sekitarnya,” tandas Djoko.(helmi)