Angkasa Pura 2

Dirjen Hubla Agus Purnomo Minta Jajaran Waspada dan Tingkatkan Pengamanan di Wilayah Kerjanya

Aksi Polisi DermagaSelasa, 15 Mei 2018
IMG-20180515-WA0007

IMG-20180515-WA0013

JAKARTA (BeritaTrans.com) –  Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Pergubungan Agus Purnomo meminta jajarannya siap dan waspada mengantisipasi peristiwa pasca ledakan bom yang terjadi di Surabaya, kemarin.

Menanggapi peristiwa teror tersebut, Dirjen Agus di Jakarta, Selasa (15/5/2018) menginstruksikan pada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  (Hubla) yang bertugas untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan serta pengawasan di sekitar wilayah kerja masing-masing.

“Seluruh petugas di lapangan harus meningkatkan koordinasi, sinergitas dan soliditas dengan pihak keamanan dan stakeholder terkait di sekitar Pelabuhan serta menindak tegas segala bentuk aksi yang dapat mengganggu keamanan, keselamatan dan kelancaran pelayanan transportasi laut pada masyarakat,” tegas Agus.

Siap H-15 Lebaran

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Chandra Irawan dalam paparannya menyampaikan, bahwa Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2018 (1439 H), dilaksanakan mulai H-15 (31 Mei 2018) sampai dengan H+15 (1 Juli 2018).

Bersamaan dengan penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran ini akan dilakukan kegiatan pemantauan dan pengendalian lalu lintas dan angkutan laut melalui Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2018 (1439 H), yang juga merupakan bagian dari Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan.

“Posko ini dilengkapi dengan monitor CCTV, Traking System untuk Kapal Penumpang dan Kapal Perintis, serta Aplikasi Pelaporan Naik/Turun Penumpang di 52 Pelabuhan Pantau yang berguna untuk memantau dan mengendalikan lalu lintas dan angkutan laut pada lebaran tahun 2018 (1439 H),” kata Chandra.

Pada kesempatan tersebut, Chandra juga menyampaikan himbauannya kepada para Kepala Kantor Kesyahbandaran, Kepala KSOP Kelas I sampai V dan Kepala UPP Kelas I sampai  III untuk mengoptimalkan potensi armada pada daerahnya masing-masing, terutama ruas-ruas tertinggi pada arus mudik/balik sehingga dapat mengurangi terjadinya penumpukan penumpang.

Adapun yang termasuk dalam ruas-ruas tertinggi, menurut Chandra antara lain adalah Batam-Tanjung Balai Karimun, Sungai Pakning-Bengkalis, Telaga Punggur-Tanjung Pinang, Balikpapan-Tanjung Perak, dan Raha-Kendari.

“Selain itu, saya juga menghimbau kepada operator kapal untuk menyebarluaskan informasi jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik, serta melakukan pemasangan spanduk di tempat-tempat tertentu. Hal itu hendaknya dilakukan pada jauh hari sebelum masa Pokso Perhubungan Laut,” tandas Chandra.(helmi)

Foto: indi/ humas hubla