Angkasa Pura 2

Dirjen Hubla Instruksikan Peningkatan Pengamanan Sarpras Perhubungan Laut

DermagaSelasa, 15 Mei 2018
IMG-20180504-WA0019

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menerbitkan Surat Edaran Nomor UM. 003/40/11/DJPL tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Pengamanan Sarana dan Prasarana Transportasi Laut Pasca Peristiwa Ledakan Bom di Surabaya dan Sidoarjo.

Surat Edaran tersebut berisikan instruksi kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut beserta jajaran petugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan sarana dan prasarana transportasi laut menyusul terjadinya rentetan peristiwa ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi beberapa hari kemarin.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengungkapkan, terbitnya Surat Edaran ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Menteri Perhubungan kepada seluruh jajaranya untuk meningkatkan pengamanan di titik simpul transportasi, termasuk sarana dan prasarana transportasi laut sehingga kegiatan pelayanan transportasi laut kepada masyarakat tetap berjalan normal dan kondusif.

“Kami instruksikan kepada seluruh jajaran Perhubungan Laut untuk meningkatkan pengawasan sistem keamanan khususnya pada pelabuhan, terminal penumpang, Stasiun Vessel Traffic Services (VTS), Stasiun Radio Operasi Pantai (SROP), Terminal Khusus (Tersus), Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), dan objek vital lainnya,” ujar Dirjen Agus.

Dalam Surat Edaran tersebut, Dirjen Hubla juga meminta kepada seluruh UPT untuk melakukan pemantauan, pengawasan dan pengendalian keadaan agar keamanan sarana dan prasarana transportasi laut tetap terjaga sesuai International Ship and Port Facilities Security (ISPS) Code.

“Kita juga harus meningkatkan kewaspadaan di sekitar wilayah kerja masing-masing terutama dalam mengawasi arus keluar/masuk penumpang dan barang bawaan penumpang yang dibawa ke atas kapal, termasuk pengawasan bongkar muat barang general cargo maupun container,” imbuhnya.

Langkah lain yang tak kalah penting, lanjut Dirjen Agus, yaitu dengan meningkatkan koordinasi dengan pihak keamanan dan stakeholder terkait di sekitar pelabuhan untuk memastikan aktifitas di pelabuhan berjalan normal dan kondusif.

“Selaku regulator, kami bersama instansi terkait tak segan-segan akan menindak tegas segala bentuk aksi yang dapat mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran pelayanan transprotasi laut kepada masyarakat,” tegasnya.

Kementerian Perhubungan akan memastikan seluruh jajaranya bekerja keras untuk mengamankan objek vital transportasi, apalagi menjelang pelaksanaan angkutan lebaran nanti di mana masyarakat banyak yang akan melakukan perjalanan mudik dengan berbagai moda transportasi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat dan instansi terkait untuk terus meningkatkan sinergitas dan soliditas kita untuk melawan semua bentuk terror guna menjamin pelaksanaan angkutan lebaran yang aman, selamat, tertib dan nyaman,” tutup Dirjen Agus. (aliy)

loading...