Angkasa Pura 2

Implementasi Teknologi Blockchain Bagian Solusi Permasalahan Transportasi

image1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Implementasi teknologi blockchain disebut dapat menjadi bagian solusi dalam permasalahan transportasi nasional. Kementerian Perhubungan mendorong implementasinya diawali dengan penyelenggaraan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Peluang dan Risiko Pengelolaan Data Dengan Teknologi Blockchain Pada Bidang Transportasi” di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Baitul Ihwan menjelaskan bahwa penyelenggaraan FGD tersebut merupakan bagian dari upaya mengantisipasi dinamika sektor transportasi seiring dengan perkembangan teknologi digital dan inovasi.

“Saat ini Kemenhub sedang mendorong implementasi teknologi blockchain karena sektor transportasi sudah sangat dinamis sekali. Jika tidak dilakukan antisipasi, maka kita akan tertinggal. Ini tentunya tidak boleh terjadi. Terlebih lagi Kemenhub merupakan regulator yang menyusun tata kelola. Bila tidak siap, maka mustahil pelaksanaan di lapangan bisa lancar,” jelas Baitul.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Perhubungan Hengki  Angkasawan menjelaskan bahwa pembahasan mengenai teknologi blockchain dalam transportasi dipilih setelah mempertimbangkan tren teknologi serta terus meningkatkan kebutuhan instansi pemerintahan untuk melakukan pertukaran data elektronik secara aman.

“Terpisah dari popularitas bitcoin, kami melihat adanya peluang di mana blockchain ini bisa diterapkan di sektor transportasi. Sebagai contoh saat ini Pemerintah tengah mendorong integrasi layanan online di seluruh Kementerian dan Lembaga melalui Online Single Submission (OSS), blockchain tentunya bisa menjadi salah satu solusi untuk menjamin histori dan mengamankan pertukaran data,” papar Hengki

Terkait hal itu, untuk merintis penggunaan teknologi blockchain tersebut, Hengki menilai bahwa Sektor Perhubungan Laut telah memiliki infrastruktur layanan yang paling potensial.

“Sektor Perhubungan Laut punya Aplikasi InaPortnet yang siap mengadopsi konsep blockchain dan sudah terhubung dengan banyak sistem milik operator untuk mengelola layanan pelabuhan,” kata Hengki

Lebih lanjut Hengki menyampaikan FGD yang juga dihadiri Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungn Sugihardjo ini, diharapkan bisa membuka kesempatan Kemenhub menjadi bagian dari komunitas blockchain yang lebih luas. 

“Kita menyadari bahwa dukungan komunitas penting untuk mengeksplorasi ide-ide baru. Poin ini krusial bagi Kemenhub yang tengah dalam proses transformasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya. (omy)