Angkasa Pura 2

Jelang Angkutan Lebaran, KAI Daop 4 Cek Jalur Ngrombo – Brumbung

EmplasemenSelasa, 15 Mei 2018
IMG-20180515-WA0010

SEMARANG (beritatrans.com) – Menghadapi masa angkutan Lebaran 1439 H/2018, PT KAI Daop 4 Semarang, Jawa Tengah, menginspeksi kondisi lintas lingkar jalur rel dari Stasiun Ngrombo – Gambringan – Gundih – Kedungjati – Brumbung sepanjang 64,398 km., Selasa (15/5/2018).

“Daop 4 Semarang siap menyambut angkutan Lebaran 1439 H/2018, baik kesiapan personel, fasilitas pelayanan penumpang yang baik, dan keandalan peralatan sarana dan prasarana yang merupakan syarat mutlak dalam usaha memberikan layanan terbaik kepada para penumpang,” kata Executive Vice President PT KAI Daop 4 Dwi Erni Ratnawati.

Diperkirakan semasa angkutan Lebaran 2018 ini, jumlah pengguna jasa layanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang mencapai 462.923 orang atau naik sebesar 4,6 % dari tahun 2017 (444.659 orang).

Prediksi puncak Pra lebaran akan terjadi pada tanggal 13 Juni 2018 (H1-2) sebesar 21.775 penumpang dan di Purna Lebaran pada tanggal 19 Juni 2018 (H2+3) sebesar 27.876 orang.

Pada angkutan Lebaran 1439 H/2018 ini, PT KAI Daop 4 Semarang akan mengoperasikan 144 perjalanan Kereta Api Penumpang, yang terdiri dari: 10 KA (20 KA/pp) jarak menengah/jauh pemberangkatan awal dari PT KAI Daop 4 Semarang (7 KA reguler + 3 KA tambahan), dengan kapasitas tempat duduk 5.758 penumpang/hari; 44 KA (88 KA /pp) jarak jauh/menengah yang melintas di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang (36 KA reguler + 8 KA tambahan), dengan kapasitas tempat duduk 21.136 penumpang/hari; dan 18 KA (36 KA/pp) jarak lokal, dengan kapasitas tempat duduk 8.924 penumpang/hari.

Pemantauan juga dilakukan pada jalur rel yang menjadi titik rawan banjir dan longsor. Ada sekitar 12 titik longsor dan banjir.

Salah satu titik yang menjadi pantauan adalah di wilayah antara Stasiun Karangsono – Gundih di Km 60 +7/8.

Guna mengantisipasi hal tersebut, pihak PT KAI Daop 4 Semarang telah melakukan perbaikan dan penguatan pendukung pondasi tubuh badan rel, serta akan menambah tenaga pemeriksa jalur rel (PPJ/Petugas Penilik Jalur Rel ekstra) sebanyak 97 petugas.

Daop 4 Semarang juga menyiapkan management resiko AMUS (Alat Material untuk Siaga) di titik strategis seperti di Stasiun Tegal, Pekalongan, Kalibodri, Semarang Tawang, Alastua, Brumbung, Gundih, Cepu dan Gambringan.

Sedangkan untuk titik perlintasan, Daop 4 Semarang akan menambah petugas penjaga Pelintasan (JPL/Juru Penjaga Lintasan) ekstra sebanyak 119 petugas.

Saat ini, ada total 512 titik pelintasan di wilayah Daop 4 Semarang, yang terdiri 76 titik dijaga petugas KAI, 33 titik dijaga pihak Dishub/swasta, 25 titik Fly over/under pass, dan 378 titik tidak terjaga.

Daop 4 mengimbau kepada masyarakat yang akan melintas di pelintasan jalur rel dengan jalan raya agar mematuhi rambu lalu lintas yang ada seperti tanda ‘STOP’. Berhenti, tengok kanan – kiri, apabila aman, bisa melanjutkan perjalanan sesuai tata cara melintas yang tertuang dalam UU No: 22 tahun 2019 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya.

“Kita ingatkan, bahwa palang pintu dan penjaga pelintasan hanyalah alat bantu keamanan semata,” kata Suprapto, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang

Selain menambah petugas ekstra, pihak Daop 4 Semarang bekerja sama dengan Direktorat Keselamatan Perkeretaapian, Balai Pengembangan Tekhnik Perkeretaapian Wilayah Jateng, Dishub dan Pemda setempat, akan melaksanakan kegiatan penutupan titik pelintasan yang membahayakan bagi pengguna jalan raya.

Pada tahun 2017 yang lalu, total 133 titik pelintasan yang telah berhasil ditutup. Sementara di tahun 2018 ini, diprogramkan ada 77 titik yang akan di tutup.(aliy)