Angkasa Pura 2

Tegaskan Pentingnya Keamanan Penerbangan, Dirjen Hubud Keluarkan Surat Edaran

Bandara KokpitSelasa, 15 Mei 2018
IMG-20180319-WA0037

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tegaskan agar seluruh penyelenggara penerbangan meningkatkan keamanan penerbangan, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor: Inst 03 tahun 2018 tentang Instruksi Peningkatan Kewaspadaan Kemanan Di Bandar Udara.

Instruksi yang berlaku mulai hari senin, diarahkan kepada semua operator di bidang penerbangan mulai dari pengelola bandara, regulated agent, maskapai penerbangan nasional maupun asing dan pengelola navigasi penerbangan (AirNav Indonesia).

Hal ini sebagai salah satu bentuk pelaksanaan dari instruksi Menteri Perhubungan Budi Karya disela memeriksa operasi bandara paska bom Surabaya, Ahad (13/5/2018).

“Instruksi ini memang tidak terlepas dari rentetan peristiwa belakangan ini. Sesuai dengan instruksi Menhub, kami merasa perlu mengeluarkan instruksi ini mengingat obyek-obyek penerbangan termasuk bandar udara itu merupakan obyek vital nasional yang bisa menjadi obyek menarik bagi para teroris,” tegas Agus di Jakarta, Selasa (15/5/2018)

Berkaitan dengan pengeluaran instruksi tersebut, Agus juga telah mengumpulkan para stakeholder penerbangan untuk meningkatkan security awareness dan mendengarkan perkembangan laporan keamanan penerbangan di lapangan.

Menurut Agus, secara umum isi instruksi diantaranya meningkatkan langkah-langkah keamanan operator penerbangan di zona masing-masing di bandara yang merupakan salah satu objek vital dan bisa menjadi target teroris karena merupakan tempat berkumpulnya orang banyak.

“Saat ini bandara kita masih tetap di zona Kuning, belum ada peningkatan tapi juga belum bisa kita turunkan. Dengan demikian perlu kewaspadaan lebih di bandara. Misalnya memecah konsentrasi massa dengan mengimbau penumpang untuk tidak check-in bersamaan, menghilangkan drop zone dan sebagainya. Selain itu juga meningkatkan kompetensi petugas karena petugas yang terlatih bisa melakukan profiling orang-orang yang mencurigakan atau tidak ” paparnya.

Dalam SE yang dikeluarkan, diinstruksikan langkah-langkah peningkatan keamanan. Untuk di bandara diantaranya meningkatkan keamanan di daerah sisi darat berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk peningkatan keamanan. Meningkatkan kegiatan patroli  di sisi darat, memeriksa secara random kendaraan tertutup yang memasuki bandar udara.

Selain itu memeriksa setiap orang dan barang yang masuk ke daerah cek-in (cek-in sebagai land sida area); Mengamati gerak-gerik orang yang mencurigakan (profiling dan behavior detection), meningkatkan pemeriksaan random menjadi 20% terhadap orang dan barang yang melalui Security Check Point (SCP), serta Meningkatkan patrol keamanan di sekeliling bandara.

Untuk maskapai penerbangan nasional dan asing, SE diinstruksikan untuk melakukan pencocokan terhadap calon penumpang yang akan lapor diri (check in) antara dokumen angkutan udara dan identitas penumpang, melaksanakan pengecekan profil (profiling check) terhadap penumpang dan bagasi tercatat pada saat lapor diri (check in), serta melaksanakan penanganan bagasi kabin dan bagasi tercatat sesuai prosedur.

“Sedangkan untuk Regulated Agent, diinstruksikan untuk memeriksa kelengkapan dokumen kiriman kargo dan pos, melakukan pemeriksaan keamanan terhadap kargo dan pos sesuai dengan SOP yang berlaku,” tutur Agus.

RA juga agar meningkatkan pengawasan dan pengendalian pergerakan terhadap kargo dan pos sampai dengan diserahterimakan ke badan usaha angkutan udara atau perusahaan angkutan udara asing. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari