Angkasa Pura 2

Begini Respon Pelaku Usaha Pada Kebijakan Pembatasan Kendaraan Saat Libur Lebaran

Ivan kamadjaja2

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Rentang waktu libur Lebaran 2018 yang panjang (jeda 8 hari) mulai tanggal 15 sampai 21 Juni 2018 tak berarti truk akan beroperasi penuh.

“Hal itu sangat dimungkinkan terjadi,  karena para pengemudi kebanyakan masih di kampung,” kata Ketua DPP Organda dan pengusaha logistik Ivan Kamadjaja dalam pesan WA kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Kamis (16/5/2018).

Dikatakan perusahaan trucking yang melayani kegiatan export-import pada masa tersebut, maka harus membayar pengemudi dengan biaya yang sangat tinggi.

Menurut analisa kami, akar masalah ada pada volume kendaraan yang melonjak hanya pada saat “puncak arus mudik/balik”.

“Jadi solusinya adalah memecah atau membagi volume (kendaraan saat arus puncak mudik/balik Lebaran),” kata Ivan lagi.

Ganjil Genap Golongan 1 dan 2

Oleh karena itu, papar dia,  Organda mengusulkan, sebaiknya diberlakukan sistem ganjil genap untuk kendaraan  golongan 1 dan 2 hanya pada saat puncak arus mudik/balik Lebaran.

Sedangkan kendaraan golongan 3-5, usul Ivan,  tetap operasi seperti  biasa. Apabila truk beroperasi normal, maka biaya logistik dapat ditekan.

“Pasalnya, normalisasi arus distribusi dan minimalisasi kebutuhan overflow warehouse,”  tegas Ivan.(helmi)

loading...