Angkasa Pura 2

Jelang Lebaran, Angkutan Umum Lanjutan di Daerah Masih Buruk

Destinasi KoridorSabtu, 19 Mei 2018
Angkot Bekasi

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Di saat musim mudik Lebaran 2018, Pemerintah berlomba memamerkan kesiapan infrastruktur transportasi yang bisa dinikmati pemudik.

Seolah pemudik  di Indonesia semua membawa mobil, jadi benar benar disiapkan tanpa cela. Sementara, angkutan umum terutama angkutan lanjutan dari terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara hampir tak tersentuh sampai sekarang.

“Tapi jangan lupa sebagian besar pemudik menggunakan transportasi umum, entah pesawat terbang, kapal, bus atau kereta,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Dikatakan, setibanya di daerah tujuan pasti menemukan tawaran transportasi lanjutan hingga tempat tinggalnya dengan tarif tinggi.

“Terminal, bandara, pelabuhan secara fisik sudah banyak yang bagus,” jelas Djoko.

Akan tetapi, menurut dia, ketersediaan angkutan umum di daerah yang singgah di terminal, pelabuhan dan bandara masih sangat minim.

Kondisi tersebut, papar Djoko, akibat Pemerintah tidak peduli keberadaan transportasi umum di daerah. Pembangunan transportasi umum di daerah betul betul minim sekali.

Andai ada angkutan umum,  terang Djoko, pasti mahal tarifnya. Tidak ada satupun pelabuhan di Indonesia yang dilayani secara rutin angkutan umum.

“Sebaliknya ada angkutan pelat hitam yang dikoordinir oknum otoritas pelabuhan atau okum aparat setempat bekerjasana dengan preman lokal masih merajalela dengan tarif yang tidak wajar,” urai Djoko.

Demikian pula di bandara, menurut Djoko,  hanya segelintir bandara yang menerapkan taksi reguler berargometer.

“Rata rata tarif sesuai keinginan operator yang pasti lebih tinggi dari berargometer,” tegas Djoko.(helmi).