Angkasa Pura 2

KM Bukit Raya Kandas di Perairan Sedanau, Alhamdulillah 248 Penumpang Selamat dan Berhasil Dievakuasi

DermagaSabtu, 19 Mei 2018
IMG-20180519-WA0012

IMG-20180519-WA0009

TAREMPA (BeritaTrans.com) – Kapal penumpang Pelni KM Bukit Raya kandas di perairan Sedanau Karang Neneh, Jumat (18/5/2018) sekitar pukul 11.30 WIB. Alhamdulillah 248 orang penumpangnya berhasil dievakuasi dengan selamat oleh Tim SAR gabungan dan masyarakat sekitar.

Menurut Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Junaidi, kapal bergerak dari Pelabuhan Tarempa paginya, sekitar pukul 03.00 WIB dengan tujuan Selat Lampa, Natuna.

Kapal 6.022 GT yang dinakhodai oleh Capt. Noviansyah Sarifudin itu dilaporkan membawa 208 penumpang dan 71 Anak Buah Kapal (ABK).

“Petugas wilayah kerja Selat Lampa menerima laporan dan segera berkoordinasi bersama Pos AL Sedanau untuk melakukan evakuasi dengan KP. Hiu 04,” ujar Junaidi.

IMG-20180519-WA0016

Junaidi menambahkan, selain itu juga dua sea rider Lanal Ranai dengan 10 personel menuju kandasnya KM Bukit Raya.

“Selain kapal TNI AL, kapal pompong milik masyarakat sekitar juga ikut membantu evakuasi penumpang sehingga seluruh penumpang dan ABK berhasil diselamatkan pada pukul 18.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kandasnya kapal tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tarempa, Heru Supriyadi menyampaikan apresiasi terhadap kerja tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, Polair Natuna, Pemda Natuna dan masyarakat sekitar yang ikut membantu mengevakuasi para penumpang.

Heru juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang dilakukan oleh kapal pompong masyarakat seluruh penumpang dapat dievakuasi.

IMG-20180519-WA0015

“Adapun seluruh penumpang yang diangkut oleh KP Hiu 04, dua unit Sea Rider, dan pompong dievakuasi ke Sedanau,” tutur Heru.

Selanjutnya, kapal KM Bukit Raya yang kandas tersebut mengalami kebocoran dan saat ini menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari Marine Inspector UPP Tarempa dan Badan Klasifikasi Indonesia (BKI). (omy)