Angkasa Pura 2

Jangan Andalkan Angkutan Lebaran 2018 Pada Transportasi Online

KoridorMinggu, 20 Mei 2018
persaingan-taksi-online-dan-konvesional

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ironis, kalau sampau terjadi. Banyak pihak menduga, sekarang Pemerintah justru mengandalkan transportasi online yang katanya tarifnya murah termasuk di berbagai daerah di Indonesia.

“Di saat musim mudik Lebaran 2018 nanti, pasti tarifnya tidak murah. Karena mereka tahu, kebutuhan meningkat,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang, Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Dampak lainnya, kata dia, pemudik yang mau bersilaturahmi atau bepergian di kampung halamannya alami kesulitan. Akhirnya mereka terpaksa menggunakan  angkutan sewa atau charter yang tentu lebih mahal harganya.

“Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah terpaksa membawa sepeda motor walau perjalanan yang ditempuh hingga di atas 10 jam,” jelas Djoko.

Kondisi tersebut sungguh miris dan mengerikan. Korban pemudik sepeda motor bergelimpangan di jalan, akibat kelelahan terjadi kecelakaan.

“Belum lagi korban anak yang dibawa mudik dengan sepeda motor turut jadi korban kecelakaan,”  papar Djoko.

Harus diakui, memang ada upaya mudik graris sepeda motor, ke berbagai daerah di Indonesia. Ribuan orang dan kendaraan/ sepeda motor akan diangkut dalam  progran mudik gratis.

Tapi, menurut Djoko, mudik gratis ituvhanya mampu mengangkut tidak lebih dari 1 % dari total pemudik motor.

Yang menjadi pekerjaan besar kita sekarang, tambah Djoko, kapan Pemerintah mau serius membangun transportasi umum di daerah?

“Dengan membangun tranportasi unum yang baik dan terpadu, diyakini akan mampu mengatasi masalah di daerah. Termasuk saat arus mudik dan balik Lebaran 2018 mendatang,” tegas Djoko.(helmi)

loading...