Angkasa Pura 2

Mobil Anak Bangsa (MAB) Pak Moeldoko Terobosan Brilian di Bidang Otomotif

Koridor OtomotifSenin, 21 Mei 2018
Moeldoko, Mobil Anak Bangsa

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mobil Anak Bangsa (MAB) yang dikembangkan mantan Panglima TNI Jend (Purn) Moeldoko perlu didukung dan difasilitasi. Mobil Anak Bangsa itu  sudah sampai mengembangkan bus listrik, bukan lagi mobil pribadi.

Terobosan yang menghasilkan MAB layak didukung dan dikembangkan di Tanah Air. Indonesia membutuhkan mobil modern yang bersih, sehat dan ramah lingkungan sekaligus tak membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) sebagai penggeraknya.

Jend (Purn) Moeldoko bersama tim berhasil mengembangkan mobil listrik dengan brand MAB. Di tengah krisis  minyak dunia termasuk Indonesia serta isu lingkungan yang kian kencang, maka industri transportasi yang menghasilkan mobil listrik seperti MAB sangat dibutuhkan.

Harus diakui, MAB masih perlu terus dikembangkan dan disempurnakan. Tapi, MAB yang dihasilkan tim Pak Moeldoko layak diapresiasi dan didukung untuk dikembangkan lebih lanjut.  MAB adalah mobil karya anak bangsa  yang cukup membanggakan dan bisa membawa terobosan baru bagi negara dan generasi mendatang.

IMG-20180519-WA0020

Pelaku Sambut Positif

Menyikapi munculnya MAB tersebut,  pengusaha angkutan dan pemilik PO Blue Star H.Fausi HS menyambut positif hadirnya mobil listrik karya anak bangsa itu.

MAB yang dihasilkan timnya Pak Moeldoko merupakan terobosan brilian di bidang otomotif yang bagus dan harus didukung semua pihak termasuk Pemerintah.

“Indonesia membutuhkan angkutan umum yang baik dan terintegrasi. Tapi juga kendaraan yang modern, hemat energi, ramah lingkungan seperti MAB tersebut,” kata Fauzi menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Senin (21/5/2018).

Pemerintah melalui kementerian terkait perlu segera membuat regulasi untuk mewadahi dinamika yang berkembang, khususnya pengembangan  mobil listrik di Tanah Air.

“Industri otomatif khususnya mobil listrik sudah berkembang kian maju. Faktanya, pak Moldoko sudah mampu menghasilkan listrik MAB. Ini yang harus didukung dan terus dikembangkan,” terang dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemerintah perlu mendukung. Caranya dengan membuat regulasi yang mendukung dan memfasilitasi pengembangan mobil listrik di Tanah Air.

“Kemampuan anak bangsa sudah makin baik. Dibawah asuhan Pak Moledoko, sudah mampu menghasilkan Mobil Anak Bangsa, yang nota bene merupakan mobil listruk,” kata Fauzi.

Mobil listrik itu layak dikembangkan di Indonesia, dengan berbagai alasan. Mobil itu menggunakan listrik, jadi bisa menghemat konsumsi BBM nasional, khususnya Solar.

Bersih dan Ramah Lingkungan

Selain itu, mobil listrik juga bersih dan ramah lingkungan.  “Jadi, sangat cocok dengan Indonesia terlebih kota Jakarta yang kini menjadi kota terkotor udaranya di dunia,” jelas pengusaha anggota Organda itu.

Dengen mengembangkan mobil listrik, menurut dia, maka pelan tapi pasti konsumsi BBM akan turun. Ke depan, Indonesia ke depan tak perlu impor BBM atau produk jadi seperti Solar dan Premium. “Dengan kata lain, akan menghemat devisa negara di APBN,” papar Fauzi.

Dia menambahkan, Indonesia harus segera mengembangkan mobil yang baik, hemat energi dan ramah lingkungan. Selain itu, untuk mengurai kemacetan lalu lintas seperti di Kota Jakarta harus mengembangkan angkutan umum massal. Paling tidak berbasis bus, bukan mobil kecil apalagi sepeda motor.

“Mobil listrik terlebih yang buatan bangsa Indonesia perlu didukung dan dikembangkan. Indonesia khususnya generasi mendatang membutuhkan sarana angkutan umumm yang makin baik, lancar dan hemat energi,” tegas Fauzi.(helmi)