Angkasa Pura 2

Ini Rekomendasi Ditjen Hubdat agar Kasus Laka Maut Bumiayu Tak Terulang

KoridorRabu, 23 Mei 2018
Budi Setiyadi Dirjen

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen  Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Pergubungan Budi Setiyadi  menyampaikan hasil peninjauan ke lapangan serta  rekomendasi agar kasus kecelakaan (laka) maut di Bumiayu, Brebes Jawa Tengah tak terulang lagi.

Dikatakan, Direktorat Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas  Polri), Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah X Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Penguji Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes, dan Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan telah melakukan pengecekan ke lokasi tempat kejadian kecelakaan  maut di Bumiayu, Brebes Jawa Tengah.

Dari hasil pengecekan lapangan tersebut ,     pada Senin (21/5/2018), untuk mencegah terjadinya kejadian serupa,  Dirjen Hubdat Budi Setiyadi telah rekomendasikan  antara lain:

1.       Perbaikan superelevasi di persimpangan Jatisawit Bumiayu yang mengarah ke ringroad

2.       Pembangunan beberapa lajur penyelamat di sisi kiri jalan dari arah fly over Kretek sampai simpang Jatisawit dan Pasar Bumiayu.

3.       Penambahan jumlah rambu- rambu peringatan daerah rawan kecelakaan, warning light, dan himbauan penggunaan persneling rendah bila melintasi fly over Kretek sampai simpang Jatisawit dan Pasar Bumiayu.

4.       Penetapan daerah fly over Kretek sampai simpang Jatisawit sebagai Zona Rawan Kecelakaan

5.       Mengoptimalkan peran dan fungsi Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB/ Jembatan Timbang) dengan melibatkan pihak swasta dalam pengawasan kendaraan angkutan barang.

5 Pilar Aksi Keselamatan

Dirjeb Hubdat Budi  menekankan pentingnya 5 pilar Aksi Keselamatan Jalan untuk bekerja secara optimal melakukan pengawasan dan mencegah kecelakaan di jalan raya.

Mereka yaitu Manajemen Keselamatan Jalan, Jalan yang Berkeselamatan, Kendaraan yang Berkeselamatan, Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan, Penanganan Korban Pasca Kecelakaan.

“Kementerian bersama 4 instansi lain selaku pengampu 5 pilar Keselamatan Jalan akan terus berkoordinasi dan bekerja secara optimal dalam pengawasan kelaikan kendaraan maupun pengemudi, dan juga infrastruktur jalan, untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” jelas Budi.

Tidak hanya itu, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota diminta menjalankan tugasnya dalam melakukan uji berkala/ uji kir sesuai regulasi yang berlaku.

Setiap pengemudi maupun operator juga dihimbau untuk memastikan kendaraannya laik jalan sebelum dioperasikan.

“Baik kendaraan angkutan barang maupun angkutan orang harus memastikan kendaraannya laik jalan sebelum berangkat,” kata Dirjen Budi.

“Saat ini KNKT sedang melakukan investigasi. Masyarakat diminta untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kecelakaan sampai investigasi dari pihak KNKT selesai”, imbau Budi terkait ramainya pemberitaan mengenai kecelakaan ini.

Selanjutnya, hasil investigasi yang dilakukan oleh KNKT nantinya akan dijadikan dasar untuk menyimpulkan sebab kecelakaan.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari