Angkasa Pura 2

Larantuka, Daerah Penghasil Ikan Manfaatkan Kapal Tol Laut

IMG-20180522-WA0032

IMG-20180522-WA0031

JAKARTA (BeritaTranscom) – Daerah Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah penghasil ikan tangkap dan budiaya yang bagus. Produksi perikanan dari Larantuka banyak di ekspor, paling tidak dijual ke Surabaya atau daerah lain di  Indonesia.

UD Sang Surya asal Larantuka misalnya, setiap bulan rata-rata mengirimkan 1-2 kontainer ikan dari Larantuka ke Surabaya. Itu baru dari satu perusahaan, karena cukup banyak pelaku usaha serupa di Larantuka ini.

“Beragam ikan produk lokal Larantuka banyak diminati konsumen lokal terutama di Surabaya. Volume pengiriman ikan pun makin sering ke Kota Pahlawan itu,” kata Direktur UD Sang Surya Mulfi, kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Dikatakan, pengiriman ikan dari Larantuka, banyak memanfatkan kapal-kapal Tol Laut yang dioperasikan PT Pelni  atau dengan kapal Meratus Lines. “Dengan adanya kapal reguler khususnya di trayek Larantuka-Surabaya, membuat usaha perikanan di Larantuka makin bagus,” jelas Mulfi.

Setiap minggu, ada kapal Tol Laut yang dioperasikan Pelni singgah dan membawa muatan dari Larantuka. Salah satu hasil ikan tangkap san budidaya di Larantuka dan sekitarnya.

“Layanan Tol Laut ini sangat membantu usaha di daerah, termasuk usaha perikanan di Larantuka, NTT. Ikan atau hasil pertanian lain asal NTT bisa dikirim ke konsumen dengan cepat dan pasti. Ini salah satu manfaat Tol Laut yang dirasakan warga di daerah seperti NTT,” aku Multi.

Pelni Komit Layani Larantuka

Kepala Cabang Pelni Larantuka, Bambang Kusdianto membenarkan makin bergairahnya usaha perikanan di NTT terutama Larantuka, karena kehadiran kapal-kapal Tol Laut.

“Mereka bisa mengirimkan berbagai komoditas seperti ikan, kopra, rumput laut dan lainnya langsung ke pasar seperti Surabaya misalnya. Kualitas barang tetap bagus dan nilai jualnya di pasal tetap tinggi,” aku dia.

Oleh karena itu, kata dia, Pelni sebagai salah satu operator kapal Tol Laut komitmen untuk melakukan tugasnya dengan baik dan tepat waktu.

“Kehadiran kapal-kapal tol laut sangat dinantikan di daerah. Banyak pelaku usaha lokal dan nasional bisa memasarkan produknya dengan lebih cepat dan harga  lebih baik,” tandas Bambang.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari
Pengusaha tol yang tergabung dalam Asosiasi Tol Indonesia (ATI) sepakat memberikan diskon tarif tol pada masa mudik Lebaran 2019. Diskon itu diberikan selama enam hari di semua ruas tol se-Indonesia. Demikian disampaikan Anggota Pengurus Bidang Kebijakan Investasi ATI, Herwidiakto. Hanya saja, secara teknis penerapan diskon itu, pihaknya masih dalam tahap finalisasi pembahasan. “Masih dibahas di ATI, belum bulat. Infonya Senin [27/5/2019) diumumkan. Kalau harinya sepakat di enam hari,” ungkapnya ketika dihubungi, Kamis (23/5/2019). “Disepakati merata semua ruas [dapat diskon tarif]. Besarannya tunggu [pengumuman resmi] dari ATI, biar valid,” lanjut pria yang juga menjabat Direktur Utama Waskita Toll Road itu. Baca: Catat! Transaksi di GT Cikarang Utama Tol Japek Sudah Digeser Terpisah, Ketua Umum ATI, Desi Arryani, menegaskan bahwa kebijakan diskon ini masih didiskusikan. Dia mengatakan, diskusi ini melibatkan semua Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di lingkungan ATI. “Jadi belum final, belum ada keputusan. Kita sih berharap semua bersedia ya, namanya partisipasi untuk Lebaran,” kata Desi belum lama ini. Perempuan yang juga menjabat Direktur Utama Jasa Marga itu mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Dikatakan, dalam hal ini Basuki menyerahkan semua keputusan kepada ATI. “Arahannya Pak Menteri, ATI agar mengajukan usulan. [...] Kan beberapa pelaku tol sebenarnya nggak terlalu banyak punya ruas. Yang banyak punya ruas kan sebenarnya Jasa Marga, Waskita, Astra itu aja. Jadi ini masih kita komunikasikan,” pungkasnya.
KoridorKamis, 23 Mei 2019